Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Juli 2017 | 21.26 WIB

Soal Blokir Aplikasi Telegram, Ini Dukungan Indosat ke Pemerintah

Ilustrasi Telegram - Image

Ilustrasi Telegram

JawaPos.com‎ ‎- Salah satu upaya pemerintah untuk memberantas terorisme dilakukan melalui jalan komunikasi. Aplikasi yang dinilai menjadi jalur komunikasi pelaku terorisme pun diblokir. Pemblokiran dilakukan dengan bantuan provider yang ada di Indonesia.


Presiden Direktur dan CEO Indosat, Alexander Rusli mengatakan, pihaknya mendukung apa yang dilakukan oleh pemerintah lewat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).


"Kami mendukung langkah pemerintah untuk mengurangi terorisme," ujar Alexander kepada JawaPos.com, Sabtu (15/7).

Menurutnya, saat ini Indosat sedang menunggu arahan dari Kemenkominfo untuk melakukan pemblokiran pada aplikasi. "Kalau yang website kan sudah. Kominfo tidak perlu minta tolong operator, sudah efektif. Kalau aplikasi kami tunggu guidance detail Kominfo," terangnya.


Ia menambahkan, pemblokiran Telegram tidak akan menjadi masalah. Karena pemblokiran itu tidak sama sekali mempengaruhi traffic Indosat.


Seperti diketahui, keamanan privasi aplikasi Telegram menjadi alasan teroris gemar menggunakannya. Komunikasi berbagai aksi terorisme lancar dijalankan menggunakan Telegram. Keunggulan Telegram dalam hal privasi dan sekuriti membuatnya berhasil merengkuh hingga 100 juta pengguna pada tahun lalu.(cr2/JPG)


Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore