
Fidelis saat berpelukan dengan sang ibu di pengadilan.
JawaPos.com - Masih ingat dengan Fidelis Ari Sudewarto? Ya… dia adalah seorang PNS di Pemerintah kabupaten Sanggau, Kalimantan barat yang nekat menanam ganja sebagi obat untuk kesembuhan istrinya Yeni Riawati, yang didiagnosa menderita syringomyelia.
Penyakit syringomyelia adalah tumbuhnya kista berisi cairan (syrinx) di dalam sumsum tulang belakang. Di Kanada penyakit itu diobati dengan ekstrak dari canabis sativa (ganja).
Rujukan penggunaan ganja itu, Fidelis temukan di internet dan hasil konsultasi dengan penderita penyakit serupa.
Hasilnya ketika diberi ekstrak ganja, Yeni megalami perubahan. Dari mulai makan hingga tidur dan menggerakan anggota badannya.
Namun, Nahasnya ayah dua anak itu ditangkap BNN karena kepemilikan 39 batang pohon ganja. Sampai akhirnya ditangkap dan Yeni pun meninggal setelah 32 hari suaminya mendekam ditahanan sejak 19 Februari 2017.
Kini Fidelis alias Nduk kembali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Sanggau, Kalimantan barat (Kalbar), Rabu (12/7) pukul 11.30.
Sidang Rabu (12/7) dipimpin hakim ketua Ahmad Irfir Rochman didampingi dua hakim masing-masing John Malvino Seda sebagai hakim I dan Maulana Abdillah sebagai hakim II.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa dengan pasal 111 ayat (1) dengan hukuman lima bulan penjara dan denda Rp 800 juta subsider satu bulan penjara.
Tuntutan dibacakan JPU Adam Putrayansyah, SH didampingi Erhan Lidiansyah, SH dan Shanty Elda Mayasari, SH.
Pada sidang kali ini, terdakwa didampingi penasihat hukumnya Marcelina Lin, SH dan Theo Kristoporus Kamayo, SH.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sanggau, Danang Suryo Wibowo menjelaskan, tuntutan terhadap terdakwa Fidelis sudah sesuai dengan petunjuk Kejaksaan Agung (Kejagung).
Kasus ini, kata Danang, menjadi atensi pimpinan kami di Kejaksaan Agung. Mengingat adanya aspirasi dan nilai-nilai keadilan di masyarakat.
“Sebagai aparat hukum kami berupaya menyeimbangkan antara penegakan hukum. Kami juga mencoba untuk mengakomodir nilai-nilai keadilan yang ada di dalam perkaran ini,” kata Danang ditemui wartawan, Rabu (12/7).
Danang menjelaskan beberapa hal yang meringankan terdakwa dalam kasus ini. Salah satunya, berdasarkan fakta-fakta yang diperoleh dalam proses persidangan terungkap, apa yang dilakukan terdakwa ini niatnya untuk pengobatan istrinya.
“Jadi kami sangat memahami berbagai kondisi yang ada dan faktanya juga akhirnya istri terdakwa meninggal,” katanya.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
