Minggu, 23 Jul 2017
Infotainment

Cerita Serius Di Balik Iklan Indoeskrim Nusantara yang Kocak

Kamis, 13 Jul 2017 09:00 | editor : Dwi Shintia

JAYUS MAKSIMAL: Adegan raja naik elang (yang mirip pipit) sambil melihat GPS, juga case ponsel emas dan galon air, paling bikin ketawa netizen. Efek visual sengaja digarap dengan asal-asalan agar tampak seperti sinetron jaman dulu.

JAYUS MAKSIMAL: Adegan raja naik elang (yang mirip pipit) sambil melihat GPS, juga case ponsel emas dan galon air, paling bikin ketawa netizen. Efek visual sengaja digarap dengan asal-asalan agar tampak seperti sinetron jaman dulu. (dimas djay for jawa pos)

JawaPos.com - Sepekan  terakhir, warganet dan pengguna media sosial dihebohkan iklan es krim yang jayus dan konyol. Iklat tersebut semakin viral setelah masuk Instagram situs humor 9gag. Dimas Djayadiningrat, sutradara iklan itu, tidak menyangka iklannya jadi sepopuler sekarang.

---

IKLAN tersebut menggabungkan semua elemen jayus di dunia. Yakni, sinetron legenda kolosal era 90-an dengan efek visual jelek, lengkap dengan setting kerajaan, adegan laga, dialog superdramatis, hingga kendaraan elang raksasa. Setting tradisional itu digabungkan dengan benda-benda kekinian seperti smartphone (iPhone dengan case ukiran emas segede talenan), GPS (yang bisa ngomong: ”You are on the fastest route despite usual traffic”), hingga freezer berisi es krim.

HUTAN KERAMAT: Proses syuting iklan Indoeskrim Nusantara. Dilakukan di hutan yang sering jadi lokasi syuting sinetron legenda kolosal. Beberapa poin lucu iklan tersebut antara lain galon air dan HP.

HUTAN KERAMAT: Proses syuting iklan Indoeskrim Nusantara. Dilakukan di hutan yang sering jadi lokasi syuting sinetron legenda kolosal. Beberapa poin lucu iklan tersebut antara lain galon air dan HP. (dimas djay for jawa pos)

Sejak diunggah di Instagram 9gag pada Sabtu (8/7), iklan tersebut ditonton 10,1 juta kali, sedangkan di Facebook ditonton 7,4 juta kali. 9gag memberinya caption: 100% Indonesian Masterpiece. Di kanal YouTube resmi Indoeskrim Nusantara, versi lengkapnya yang berdurasi tiga menit tersebut ditonton 1,3 juta kali.

Ternyata sutradara Dimas Djayadiningratlah yang berada di belakang iklan lucu Indoeskrim Nusantara itu. Meski menggarapnya dengan serius, Dimas terkejut juga karyanya menjadi sangat viral. ”Saya kaget sih, bisa juga ya masuk 9gag. Yang katanya generasi milenial adalah pencapaian luar biasa,” ujar Dimas, lantas tertawa.

Sutradara Tusuk Jelangkung dan Quickie Express itu bercerita, dirinya diminta agensi Mullen Lowe untuk membuat iklan Indoeskrim Nusantara guna diputar di internet. Awalnya, agensi menawarkan konsep keluarga modern dengan kakak-adik yang berebut es krim. Namun, Dimas punya ide lain. ”Sekalian aja dibikin koplak dan norak supaya lucunya dapet,” ujarnya.

Setelah brainstorming, Dimas membuat iklan yang terinspirasi drama kolosal macam Angling Dharma, Misteri Gunung Merapi, atau Tutur Tinular. Bagi sutradara 43 tahun itu, drama kolosal punya efek yang menarik dan lucu jika ditonton saat ini. ”Pas zamannya sih kelihatan keren. Tapi, kalau dilihat sekarang malah bikin ketawa,” ucapnya

Dimas yang namanya berkibar pada dekade akhir 90-an hingga awal 2000-an akrab dengan drama kolosal. Demikian pula audiens Indonesia saat itu. Dengan memilih konsep drama kolosal, dia ingin menawarkan nostalgia. Namun, Dimas menambahkan elemen surprise. Misalnya, memasukkan ponsel dan GPS. Benar saja, dua hal itu menambah kelucuan iklan.

Apalagi, case ponsel yang berwarna emas dengan ukiran khas kerajaan menjadi populer sejak dipakai di iklan Indoeskrim. Dimas mengaku mendapatkan banyak pertanyaan di mana bisa membeli case serupa.

Efek visual yang dipakai Dimas pun sengaja dibuat kasar seperti zaman dulu. Misalnya, burung elang yang dinaiki sang raja. Burung tersebut sejatinya adalah boneka yang didesain asal-asalan sehingga menyerupai burung pipit alih-alih elang. Pergerakannya dibantu kru sehingga terlihat kaku sekaligus lucu. ”Semakin norak, semakin kocak kan?” kata Dimas.

Saat syuting, Dimas memilih sebuah hutan di Cileungsi yang sering menjadi lokasi pengambilan gambar drama kolosal. Di sana dia juga menggelar green screen untuk adegan elang terbang. Green screen sengaja tidak dipasang rapi sehingga tampak kasar dan apa adanya. Saat editing pun Dimas tidak melakukan sampai detail.

Para pemain yang dipilih Dimas juga rata-rata pernah bermain drama kolosal agar akting mereka meyakinkan. Iklan itu juga memakai sistem dubbing, persis karakteristik drama kolosal yang sering diputar di salah satu TV swasta. Total, iklan tersebut dibuat selama sepuluh hari. Siapa sangka, video yang dibuat dengan absurd dan asal-asalan itu malah sukses. (len/c25/na)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia