
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo
JawaPos.com - Maret 2018, Panglima TNI Gatot Nurmantyo akan memasuki masa pensiun. Sang Jenderal pun akan bebas dari masa tugas yang telah diembannya.
Karena sudah lepas dari kedinasan militer, Gatot pun sah untuk dicalonkan oleh sejumlah parpol di pemilihan presiden 2019. Salah satu parpol yang ‘naksir’ yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Sarwi Chaniago menilai PKS pastinya sudah melakukan penilaian track record dari prajurit TNI AD angkatan 82 itu.
PKS, menurut Pangi, sudah melakukan hal yang tepat dengan lebih dulu menggadang Jenderal Gatot sebagi salah satu capresnya.
“Meskipun masih dua tahun lagi, PKS setidaknya sudah bisa menilai mana figur yang tepat untuk bisa memimpin negeri ini,” papar Pangi pada Jawapos.com, Minggu (9/7).
Pangi juga meyakini, sekelas PKS tidak mungkin asal menetapkan salah satu capresnya jika tidak ada komunikasi atau penilain di akar rumputnya.
“Artinya sudah jelas, di akar rumput Gatot memiliki elektabilitas yang sangat potensial dan PKS tentu punya pertimbangan tersendiri,” tuturnya.
Pangi bahkan memprediksi, elektabilitas Gatot bukan sangat tidak mungkin akan mengganggu Jokowi yang bisa pastikan akan berlaga kembali di pilpres 2019.
“Wajar jika ada yang menyebut Gatot adalah anak macan. Saat kecil jinak, tapi saat besar bisa menerkam,” papar Pangi.
Karena itu, kalau seandainya jenderal bintang empat itu diberhentikan sebagai panglima, sebelum masa pensiunnya datang, hal ini tentu akan memunculkan opini di masyarakat, bahwa Jokowi takut dengan elektabilitas Gatot.
“Tidak ada jaminan elektabilitas Gatot meredup usai tak menjabat panglima TNI. Dugaan saya justru makin bersinar serta mengalir dukungan empati," tegasnya.
Sementara itu, Analis Politik Faunding Fathers House (FFH) dian Permata, menilai posisi Gatot yang positif dikenal publik karena faktor track recordnya juga.
Misalnya, Gatot dikenal sebagai jenderal yang bukan karbitan dan dia bukan tipikal Jenderal belakang meja.
“Jenjang karirnya jelas, prestasinya ada dari KSAD lalu ke Panglima TNI. Sebelumnya pernah menjadi Komandan Kodiklat TNI-AD, Pangdam V/Brawijaya dan Gubernur Akmil,” papar Dian.
Pengalaman Gatot di infanteri baret hijau Kostrad juga tak perlu diragukan. Begitupun dengan kedektanya pada prajurit di bawahnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah: Kenakan Rompi Pink dan Tangan Terborgol
Presiden Persebaya Surabaya Angkat Bicara Usai Juara, Azrul Ananda: Menuju Bintang Melalui Kesulitan
Profil Kiper Persebaya Reza Arya Pratama, Tepis 2 Penalti Persib di Final Piala Presiden 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
