Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 Juli 2017 | 08.40 WIB

Lagi, Warga Terima Rastra Tak Layak Konsumsi

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Puluhan Kilogrram beras rakyat sejahtera (Rastra) tidak layak konsumsi kembali ditemukan di Kabupaten Lampung Utara (Lampura), kemarin (7/7). Kali ini terjadi di RT. 02 LK. 01 Kelurahan Kotabumi Tengah Kecamatan Kotabumi, Lampura.


Pasalnya, beras yang diperuntukan rakyan miskin ini ditemukan banyak kutu, disamping itu juga dilihat dari warna beras tersebut kekuningan dan berbau.


Ketua RT.02 Kelurahan Kotabumi Tengah, Sofiyan mengaku ditemukannya beras dengan kwalitas buruk itu membuat dirinya geram, namun dirinya tidak ada pilihan lain dan terpaksa harus mendistribusikan beras tidak layak konsumsi kepada masyarakat penerima di daerahnya.


"Mau bagai mana lagi, beras dari sana nya seperti itu. Ya kita bagikan dengan penerima raskin di wilayah saya,"kata dia sebagaimana dikutip Radar Lampung (Jawa Pos Group), Minggu (9/7).


Meski Bulog Lampura berulang kali membantah beras rakyat sejahteranya (Rastra) dikatakan tak layak konsumsi, namun faktanya, kualitas Rastra yang mereka bagikan tak sesuai harapan.


Dikatakannya bahwa masyarakat peneriman beras tersebut sempat ingin mengembalikan Rastra tersebut kepadanya. Kendati demikian dirinya berharap kepada warga agar mau menerima Rastra tersebut sembari menunggu dirinya berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan pihak terkait atas persoalan ini.


Diterangkannya, total Rastra yang diterima olehnya sebanyak 700 Kg dan yang tersisia hanya sebanyak 100 Kg, akan dibagikan kepada masyarakat kurang mampu diambil oleh masyarakat tak lama berselang setelah Rastra tersebut diantarkan pihak Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Kotabumi yang diantarkan ke kantor kelurahan pada Kamis pagi (6/7) lalu.


Mirisnya lagi jika dilihat dari kemasan Rastra tersebut lanjut Sofiyan, beras tersebut dikemas dengan karung berwarna putih polos.


“Beras yang saya terima ini tidak dikemas dalam kemasan seperti biasanya. Jika sebelumnya beras rastra ini dikemas dalam karung ukuran 15 Kg, tapi yang ini dikemas dalam karung ukuran 50 Kg,” bebernya.


Mendengar adanya laporan tentang ditemukannya Rastra tidak layak konsumsi, Lurah Kotabumi Tengah, Istiadani langsung menindaklanjuti laporan warganya dengan menghubungi pihak Bulog. 


Istiadani mengatakan, bahwa apa yang dilakukan dirinya merupakan menindaklanjuti instruksi Bupati Agung Ilmu Mangkunegara yang mewajibkan seluruh jajarannya cepat tanggap dengan keluhan warga terkait beredarnya Rastra dengan kwalitas buruk. 


"Ini adalah instruksi Bupati kita, jika ditemukan Rastra tak layak konsumi beredar, maka kami harus segera menghubungi pihak Bulog agar beras tersebut dapat segera diganti?. Bupati tidak mau masyarakat mengkonsumsi beras yang kualitasnya jelek," jelasnya.


Sementara itu, Junaidi selaku wakil Satuan Tugas (Satgas) Rastra Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Kotabumi, membantah jika Rastra yang mereka bagikan kepada para penerima dikatakan tak layak konsumi. 


Menurutnya  Rastra tersebut mereka dapat dari para petani lokal Lampung Utara kualitasnya cukup bagus.


“Jika memang ditemukan kondisi Rastra yang banyak kutu seperti ini, Rastra itu mengalami kerusakan saat disimpan di gudang penyimpanan Bulog,"kilahnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore