Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 Juli 2017 | 23.01 WIB

Sadis! Bocah SD Dibunuh, Kerasnya Bacokan Bikin Gagang Golok Patah

Tersangka RA memeragakan adegan penganiayaan dan pembunuhan kepada Wa (11) dan In (10) Jumat (7/7) - Image

Tersangka RA memeragakan adegan penganiayaan dan pembunuhan kepada Wa (11) dan In (10) Jumat (7/7)

JawaPos.com – Demi keamanan dan kondusivitas rekonsruksi, Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan sadis bocah SD dengan tersangka RK (16), kemarin (7/7). Karena alasan keamanan rekonstruksi digelar di kantor polisi.

RA memeragakan 35 adegan. Adegan pertama menunjukkan RA saat itu melihat korban Wa (11) dan In (10) oleh RA (16) sedang bermain di  kebun. Pelaku saat itu juga membeli golok ke Asep Aziz. Senjata tajam itu kemudian digunakan untuk membacok korban.

Pada adegan kedua, RA menghampiri kedua korban dan mengajak mereka bermain ke pinggir sungai. Keduanya tanpa curiga mengikuti remaja putus sekolah itu. Sesampai di pinggir sungai, ketiganya sempat duduk di atas batu besar. Lalu, RA terlihat mengajak keduanya ke bawah pohon bambu rindang.

Kemudian tepat pada adegan ke-6, RA melayangkan goloknya ke bagian belakang leher In. Ketika itu, korban posisinya membelakangi tersangka. Korban pun tersungkur. Melihat In dianiaya RA, Wa lari sambil menjerit. RA lalu mengejar korban. Dia mendaratkan goloknya ke bagian belakang Wa hingga tersungkur.

Saking kerasnya bacokan tersebut, gagang golok yang dipakai RA sampai copot. Dalam keadaan korban Wa tersungkur, Ra kemudian mengambil sebuah batu di pinggir sungai. Dia langsung memukulkanya ke kepala Wa.

Setalah Wa belumuran darah. RA lantas kembali mengambil golok yang sudah terpisah dengan gaganya. Ternyata In masih bisa bergerak. RA kemudian melihatnya. Dia langsung menghampiri korban In. Dia kembali melayangkan bacokan ke bagian leher korban.

Setelah itu, dia melemparkan golok tanpa gagang tersebut tepat di depan mayat Wa. Kemduian RA mengambil batu untuk memukul kepala In sekali lagi. RA langsung meninggalkan kedua bocah tersebut. Dia naik ke daerah yang lebih tinggi dari Sungai Ciloseh, Purbaratu.


Pada adegan ke-26, RA terlihat mencuci tanganya yang telah dipenuhi darah. Dari adegan ke-27 hingga adegan 31 memperlihatkan warga yang menemukan In dalam keadaan luka parah bersandar pada batu. Sementara Wa sudah tidak bernyawa lagi.

Pada adegan ke-32 terlihat RA menyaksikan warga dan polisi yang sedang berkumpul di dekat mayat Wa. Ia pun sempat pura-pura menanyakan kejadian itu kepada warga sekitar.

Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Bimo Moemanda mengatakan, adegan dalam rekonstruksi tersebut sudah klop dengan keterangan In –yang kini masih dirawat di RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya— dan juga RA, sebagai tersangka. ”Penemuan baru hanya posisi saja,” jelasnya.

Bimo menegaskan bahwa korban yang pertama kali diserang adalah In kemudian Wa. ”Yang jadi target sebenarnya adalah In yang saat ini masih hidup,” katanya.
 Lanjut dia, RA dipastikan menyimpan dendam terhadap paman In. ”Jadi dendamnya itu kepada paman korban yang selamat,” ujarnya.

Semantara itu tersangka sampai saat ini tidak pernah mengaku melakukan tindakan asusila terhadap Wa –yang ditemukan dalam keadaan nungging dan celananya melorot. ”Nanti kita buktikan dengan hasil otopsi,” jelasnya. (den/yuz/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore