Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 Juli 2017 | 17.05 WIB

P2TP2A Beri Pendampingan Siswa Difabel Korban Pencabulan

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Balikpapan mengutuk keras pelaku pencabulan yang diduga dilakukan oknum kepala sekolah berinisial M.


Ketua P2TP2A Balikpapan, Arita Rizal Effendi mengatakan bahwa kejadian seperti ini harus segera ditindak secepatnya guna untuk memberikan efek jera bagi pelaku.


Sebab, menurutnya, tindakan kekerasan pada anak merupakan tindakan yang tidak bisa ditolerir lantaran berdampak pada psikologi anak. "Kejadian seperti ini bisa dilaporkan ke Polresta Balikpapan unit PPA. Keluarga harus segera melaporkan karena ini tindakan yang tidak baik," katanya.


Arita menjelaskan bahwa orang tua korban disarankan untuk segera menindaklanjuti hal ini dengan membuat laporan ke pihak kepolisian dalam hal ini Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Sehingga kejadian tersebut langsung diproses lebih lanjut pihak berwajib yakni melakukan tindakan visum kepada korban sebagai bukti.


"Nanti sebagai bukti pencabulan, polisi akan mengeluarkan surat untuk pemeriksaan visum. Berdasarkan visum tersebut diadakan assesment kepada korban siapa pelaku dan kejadiannya. Dan polisi akan mencari pelakunya ataupun menindak tegas pelaku," ujarnya.


Lebih lanjut Arita mengatakan, pihaknya juga akan menindaklanjuti laporan ini dengan membantu memulihkan mental si korban dan juga orang tuanya. Nantinya mereka akan dibawa kepada ahli psikologi untuk menyembuhkan mental korban. "Nanti korban akan diassesment oleh psikolog, termasuk orang tuanya dalam  koordinasi kesehatan psikologinya," sebutnya.


Melihat ini, Arita berpesan kepada para orang tua khususnya mereka yang memiliki anak keterbelakangan mental agar terus menjaga dan mengawasi buah hatinya. Sebab kejadian tersebut terjadi karena minimnya pengawasan langsung dari orang tua.


"Saya mengimbau bagi para orang tua khususnya untuk anak SLB, orang tuanya menjaga dan mengawasi anak dengan konsisten. Karena anak kurang mempunyai pemahaman yang komprehensif dalam menjaga dirinya. Kami berharap jangan sampai kejadian serupa terulang lagi," pungkasnya.


Diketahi, seorang siswa difabel diduga dicabuli oleh seorang kepala sekolah berinisial M. Laporan dugaan pencabulan itu telah diterima Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) di Satreskrim Polres Balikpapan.


Paur Subbag Humas Polres Balikpapan, Iptu Suharto mengatakan, saat ini kasus masih dalam proses penyelidikan dan pendalaman. Korban merupakan anak dengan keterbatasan atau difabel, maka parlu teknis khusus untuk mendapatkan keterangan dan pengumpulan bukti.


"Sedang didalami, korban kan difabel, jadi perlu teknis khusus dalam pemeriksaan. Kami sudah melakukan gelar kasus satu kali, dan kemungkinan akan ada gelar kembali hingga bisa memastikan status terlapor," jelas Suharto kemarin (7/7). (bp-22/war/fab/JPG)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore