
Ilustrasi
JawaPos.com - Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Balikpapan mengutuk keras pelaku pencabulan yang diduga dilakukan oknum kepala sekolah berinisial M.
Ketua P2TP2A Balikpapan, Arita Rizal Effendi mengatakan bahwa kejadian seperti ini harus segera ditindak secepatnya guna untuk memberikan efek jera bagi pelaku.
Sebab, menurutnya, tindakan kekerasan pada anak merupakan tindakan yang tidak bisa ditolerir lantaran berdampak pada psikologi anak. "Kejadian seperti ini bisa dilaporkan ke Polresta Balikpapan unit PPA. Keluarga harus segera melaporkan karena ini tindakan yang tidak baik," katanya.
Arita menjelaskan bahwa orang tua korban disarankan untuk segera menindaklanjuti hal ini dengan membuat laporan ke pihak kepolisian dalam hal ini Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Sehingga kejadian tersebut langsung diproses lebih lanjut pihak berwajib yakni melakukan tindakan visum kepada korban sebagai bukti.
"Nanti sebagai bukti pencabulan, polisi akan mengeluarkan surat untuk pemeriksaan visum. Berdasarkan visum tersebut diadakan assesment kepada korban siapa pelaku dan kejadiannya. Dan polisi akan mencari pelakunya ataupun menindak tegas pelaku," ujarnya.
Lebih lanjut Arita mengatakan, pihaknya juga akan menindaklanjuti laporan ini dengan membantu memulihkan mental si korban dan juga orang tuanya. Nantinya mereka akan dibawa kepada ahli psikologi untuk menyembuhkan mental korban. "Nanti korban akan diassesment oleh psikolog, termasuk orang tuanya dalam koordinasi kesehatan psikologinya," sebutnya.
Melihat ini, Arita berpesan kepada para orang tua khususnya mereka yang memiliki anak keterbelakangan mental agar terus menjaga dan mengawasi buah hatinya. Sebab kejadian tersebut terjadi karena minimnya pengawasan langsung dari orang tua.
"Saya mengimbau bagi para orang tua khususnya untuk anak SLB, orang tuanya menjaga dan mengawasi anak dengan konsisten. Karena anak kurang mempunyai pemahaman yang komprehensif dalam menjaga dirinya. Kami berharap jangan sampai kejadian serupa terulang lagi," pungkasnya.
Diketahi, seorang siswa difabel diduga dicabuli oleh seorang kepala sekolah berinisial M. Laporan dugaan pencabulan itu telah diterima Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) di Satreskrim Polres Balikpapan.
Paur Subbag Humas Polres Balikpapan, Iptu Suharto mengatakan, saat ini kasus masih dalam proses penyelidikan dan pendalaman. Korban merupakan anak dengan keterbatasan atau difabel, maka parlu teknis khusus untuk mendapatkan keterangan dan pengumpulan bukti.
"Sedang didalami, korban kan difabel, jadi perlu teknis khusus dalam pemeriksaan. Kami sudah melakukan gelar kasus satu kali, dan kemungkinan akan ada gelar kembali hingga bisa memastikan status terlapor," jelas Suharto kemarin (7/7). (bp-22/war/fab/JPG)

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
