
Ilustrasi
JawaPos.com - Seorang kepala sekolah berinisial M diduga melakukan tindakan cabul terhadap muridnya sendiri. Laporan dugaan pencabulan itu telah diterima Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) di Satreskrim Polres Balikpapan.
Paur Subbag Humas Polres Balikpapan, Iptu Suharto mengaku belum banyak keterangan yang bisa digali dari kasus ini. Namun desas desus di luar semakin kencang.
Kendati begitu, saat ini kasus masih dalam proses penyelidikan dan pendalaman. Korban merupakan anak dengan keterbatasan atau difabel, maka parlu teknis khusus untuk mendapatkan keterangan dan pengumpulan bukti.
"Sedang didalami, korban kan difabel, jadi perlu teknis khusus dalam pemeriksaan. Kami sudah melakukan gelar kasus satu kali, dan kemungkinan akan ada gelar kembali hingga bisa memastikan status terlapor," jelas Suharto dikutip dari Balikpapan Post (Jawa Pos Group), Sabtu (8/7).
Perlu proses sebelum status tersangka ditetapkan, dalam hal ini penyidik tidak ingin gegabah. Gelar kasus yang akan dilaksanakan nanti diharapkan dapat segera menentukan status terlapor. Lebih lanjut, Suharto memaparkan, perkara cabul semacam ini tidak mudah. Ada tahap pembuktian sebelum penuntutan.
Lebih lanjut, ia mengatakan, terlapor memang belum diamankan. Kendati demikian, alamat dan info mengenai identitas terlapor semua telah dikantongi polisi. "Kami sudah kantongi status, pekerjaan, dan alamat terlapor. Tapi kami saat ini belum berani menyebutkan identitas termasuk inisial. Kan belum ada hasil," bebernya.
Hasil gelar perkara kedua akan disampaikan apakah bisa mengarah pada tindak pidana atau lainnya. Seluruh info baru akan dirilis jika kepastian sudah didapat penyidik. Saat ini, visum masih dilakukan, sementara sejumlah saksi diperiksa. Selain itu perlu ada saksi pihak korban yang bertugas menyampaikan kesaksian korban yang karena keterbatasannya dalam berkomunikasi.
"Korban jelas di bawah umur, saya tidak bisa menjelaskan usianya. Saat ini sebatas konfirmasi bahwa benar ada laporan yang bisa kami ungkapkan," katanya. Korban juga masih akan ditangani psikolog untuk mengetahui kondisinya, bagaimana trauma korban dan berakibat seperti apa.
Menurut sumber terpercaya media ini, dugaan itu mencuat setelah adanya keluhan dari korban, di area miss V. Keluarga korban kemudian melakukan pemeriksaan, hingga menemukan jika bagian sensitif sang anak mengalami luka.
Tak sampai di situ. Keluarga merasa ada sesuatu yang janggal. Hingga akhirnya kecurigaan muncul, korban telah dicabuli. “Mudah-mudahan bisa ditangani cepat kepolisian,” kata sumber yang menolak namanya dikorankan. (bp-22/war/fab/JPG)

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
