Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 Juli 2017 | 00.47 WIB

Pesan Dahlan Iskan Di Depan Mahasiswa: Ingin Maju, Harus Rukun

LANDASAN KUAT: Dahlan Iskan disaksikan Imam besar Masjid Al Akbar Surabaya Prof Dr Ahmad Zahro pada Selasa (4/7) di Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya. - Image

LANDASAN KUAT: Dahlan Iskan disaksikan Imam besar Masjid Al Akbar Surabaya Prof Dr Ahmad Zahro pada Selasa (4/7) di Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya.


JawaPos.com – Kerukunan menjadi syarat penting agar bisa maju dalam segala hal. Termasuk dalam memajukan negara, agama, dan bahkan memajukan kampus. Hal itu sudah terbukti dari sejarah Tiongkok yang bisa mencapai zaman keemasan karena kerukunan.



Pesan tersebut disampaikan Dahlan Iskan di depan ratusan karyawan, dosen, serta rektor Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya Selasa (4/7). Dia yakin Unipa bisa maju luar biasa karena kerukunan. ’’Terutama yang nomor satu, rukun antara yayasan dan rektornya,’’ kata Dahlan.



Dia mengungkapkan, terlalu banyak perguruan tinggi swasta yang tidak bisa maju karena yayasan dan rekoratnya bersaing. Bahkan ada yang sampai berantem. Akhirnya, civitas academica dan mahasiswa menjadi korban. Karena itulah, jika suatu saat ada gejala tidak rukun, hal itu harus segera diatasi.



Mantan menteri BUMN tersebut menyimpulkan, kerukunan ternyata mempunyai landasan yang kuat dalam sejarah. ’’Sejarah sejak kapan pun, hanya kerukunan yang membuat kemajuan. Termasuk zaman Tiongkok kuno,’’ ujarnya. Tiongkok kuno paling maju pada zaman Dinasi Tang. Ibu kotanya masih disebut Chang’an yang sekarang dikenal dengan Kota Xi’an.



Sejarah mencatat puncak kemajuan Tiongkok karena kerukunan selama 300 tahun pada abad ke-6 dan ke-7. Saking majunya, kemajuan Tiongkok saat itu sampai dikenal di seluruh dunia. Karena itulah, dikenal ungkapan tuntutlah ilmu sampai ke Negeri Tiongkok.



Prof Dr Ahmad Zahro sepakat dengan Dahlan. Menurut dia, Islam mengajarkan tepa salira dan saling menghargai. Baik sesama muslim maupun nonmuslim. ’’Alquran tegas menyebutkan bahwa manusia harus berbuat adil kepada siapa pun walau lain agama,’’ jelasnya.



Imam besar Masjid Al Akbar Surabaya itu menegaskan, sesama muslim harus kompak. Begitu pun, sesama manusia dan bangsa tidak saling menyakiti. ’’Nabi Muhammad bersabda, siapa yang tidak menyayangi yang muda dan tidak menghormati yang tua, bukan umat saya,’’ kata Zahro.



Karena itulah, dia mengajak merekatkan persaudaraan, baik dalam civitas academica maupun pemeluk agama yang berbeda. (eko/gun/c5/nda)


Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore