
Abdul Aziz, maling yang tewas ditembak anggota Kopaska sewaktu masih hidup..
JawaPos.com - Hingga saat ini polisi masih belum mengidentifikasi secara resmi, siapa sosok maling motor yang ditembak mati Mayor TW di rumahnya, Jalan Sidorejo 102 A, Rabu dini hari (5/7). Namun, beberapa sumber internal Polrestabes Surabaya meyakini yang ditembak itu diduga kuat adalah Abdul Aziz.
Abdul Aziz adalah salah satu gembong pencurian L300 yang menjadi anak buah Sadeng. Sadeng sendiri sudah ditembak mati Tim Puma Jatanras Polrestabes Surabaya, September tahun lalu di dekat Mapolsek Simokerto. "Wajahnya memang identik. Tapi masih butuh ditelusuri lagi," kata seorang sumber internal polisi.
Selain wajah, kemiripan itu juga dilihat dari senjata yang dibawa oleh pelaku yang ditembak mati. Antara lain Air soft gun dan parang. "Selama mengincar L300 dulu, Sadeng dkk kan memang bawa air soft gun," lanjutnya.
Selama ini Abdul Aziz jadi buronan utama Polrestabes Surabaya. Dia tinggal di Jeddih Madura. Beberapa kali polisi hendak menangkapnya, namun berhasil lolos.
Track record Abdul Aziz memang akrab dengan kejahatan 3C (curat, curas, curanmor). Sebelum bergabung dengan Sadeng, Aziz memang spesialis curanmor. "Dia direkrut Sadeng. Setelah pimpinannya mati, kembali lagi "main" roda dua," ungkapnya.
Hingga kini, polisi belum memberikan statement resmi soal identitas pelaku yang menyatroni rumah tentara itu. Saat dikonfirmasi, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga masih belum mau menjelaskannya. "Kami sedang gelar. Nanti akan kami sampaikan analisisnya," tegas Shinto.
Rencananya siang ini, Polrestabes Surabaya akan memberikan keterangan resmi soal peristiwa ini. Seperti diketahui, 3 orang pencuri motor beraksi di rumah Mayor TW yang merupakan anggota Kopaska. TW tahu bahwa motornya dicuri. Dia kemudian menembak dua orang pelaku. Salah satunya tewas di lokasi. Pomal Lantamal V juga sedang menyelidiki kasus ini. (did/JPG)

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
