
Ilustrasi
JawaPos.com – Monyet liar menyerang pemukiman di tiga desa di Kecamatan Karangtengah. Yakni, Desa Sukasari, Desa Sindangasih dan Desa Sukamanah. Warga menduga monyet tersebut merupakan monyet jadi-jadian yang kebal senjata.
Monyet liar itu sempat diburu pihak Perbakin, Polsek, Koramil dan elemen masyarakat lainnya. Namun, hingga kini monyet itu belum bisa ditangkap.
Menurut warga monyet besar itu kerap kali berubah warna, kebal ditembak senjata dan kejanggalan lainnya.
Kepala Desa Sukamanah, Dadan mengatakan, sebelumnya monyet itu pernah diburu dengan mengerahkan warga. Namun, tetap susah ditangkap apalagi dilumpuhkan. Sudah mencoba berbagai cara, tapi selalu gagal dan kini masih berkeliaran.
”Saya kira itu seekor monyet bukan sembarang monyet, tapi kemungkinan monyet jadi-jadian kebal akan senjata api. Pernah diburu, terkena beberapa peluru terkena bagian dada, tapi yang jatuh bukan monyet malahan binatang musang, aneh juga,” ujarnya kepada Radar Cianjur (Jawa Pos Group), Senin (3/7).
Monyet itu berkeliaran di perkampungan warga, dan mayoritas targetnya adalah balita usia tiga tahun ke bawah, dan selalu terjadi setiap Sabtu. Uniknya, beberapa balita hari kelahirannya sama.
Seperti Akila (8) salah satu bocah korban. Anak perempuan pasangan Tatang (30) dan Eva (25) warga Kampung Lio RT 2/2, Desa Sukasari, Kecamatan Karangtengah, itu lahir hari Sabtu. Seketika monyet tiba-tiba serang anaknya hendak sedang asik main di depan rumah sekitar pukul 08:00 WIB, hingga tangan kanannya terluka robek.
”Sempat berantem sama monyet itu, karena anak saya mau dicakar dan digigitnya. Masih beruntung tidak ada hal terjadi, hingga akhirnya monyet itu kabur begitu cepat,” ujar Eva.
Orang tua korban lainnya, Devitha Nurul Sakinah (25) pun sama. Anaknya menjadi korban serangan monyet. Menurutnya, ada beberapa kejanggalan monyet yang resahkan warga tersebut.
Masing-masing di antaranya, warna kadang berubah, kondisi fisiknya berubah, warna abu-abu, buntut ekornya panjang, dan mata sebelah kanan tidak normal.
”Saya berharap Pemkab Cianjur tidak diam saja, karena ini bukan hal sepele tapi rentan membuat khawatir warga. Semoga ada langkah dan solusinya. Bisa cepat menangkap monyet itu, karena sudah menggagu ketentaraman dan kenyamanan selama ini,” katanya didampingi sang suami. (mat/pj/yuz/JPG)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
