
Habib Rizieq Shihab saat ini berada di Yaman.
JawaPos.com - Menjadi buronan Polda Metro Jaya tak membuat Habib Rizieq Shihab takut tampil di media dan mengomentari keadaan demokrasi Indonesia. Bahkan, Imam Besar Front Pembela Islam yang kini ada di Yaman itu buka suara soal pertemuan antara petinggi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia dengan Presiden Joko Widodo.
Dalam keterangannya melalui video, dia yang menjabat sebagai Ketua Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI menyampaikan beberapa hal. Apresiasi tinggi dan jutaan terima kasih dia sampaikan kepada semua elemen bangsa yang selama ini selalu bersama para Habaib dan Ulama mengawal Aksi Bela Islam yang disebutnya untuk perjuangan melawan Kezaliman dan Kemunkaran.
"Saya dari kejauhan selalu memonitor dan mencermati serta mengevaluasi semua pergerakan para sahabat baik dari kalangan Islam maupun Nasionalis di negeri tercinta Indonesia," kata dia.
Kepada umat yang setia mendukung dia, Rizieq mengatakan harus selalu waspada. "Terhadap lawan kita harus bersikap negatif thinking yaitu berfikir negatif untuk tetap membangun kewaspadaan, maka terhadap kawan kita wajib bersikap positif thinking yaitu berfikir positif untuk menjaga persatuan dan persaudaraan," sambung dia.
Menurutnya, GNPF-MUI akan menggelar rapat akbar dengan pimpinan semua elemen juang untuk melaporkan tentang apa yang sudah, dan sedang, serta akan dilakukan dalam perjuangan Aksi Bela Islam selanjutnya.
"Insya Allah, rapat akbar yang akan digelar GNPF MUI yang akan datang ini akan menjadi satu forum silaturrahmi untuk lebih memperkuat tali persaudaraan dan persatuan semua Elemen Juang yang pro Aksi Bela Islam selama ini," ucapnya.
Dia mengingatkan agar masyarakat berhenti melakukan perdebatan via media sosial karena hanya akan jadi fitnah yang memecah belah umat. Tak hanya itu, Rizieq juga mengeluarkan ultimatum dengan situasi semacam ini.
"Rekonsilasi atau revolusi. Ultimatum ini bukan menyerah, sekali lagi saya katakan ultimatum ini bukan sikap menyerah. Akan tetapi justru sikap kesatria habib dan ulama dalam mengimplementasikan RUH Aksi Bela Islam 411 dan 212 yang selalu mengedepankan dialog serta perdamaian dengan semua pihak," papar dia.
Menurutnya, tak ada rekonsiliasi tanpa stop kriminalisasi ulama dan aktivis. "Tidak ada rekonsiliasi tanpa stop penistaan terhadap agama apapun. Tidak ada rekonsiliasi tanpa stop penyebaran paham komunisme, marxisme, leninisme dan liberalisme serta paham sesat lainnya," sambungnya.
Menurut dia, bila rekonsiliasi gagal, maka jalan lainnya adalah jihad untuk revolusi damai. "Ganti rezim pelindung penista agama dan pelanggar konstitusi negara. Bersihkan negara dari neolib dan neo PKI," ucap Rizieq.
Dia juga meminta agar umat tetap menjaga keutuhan NKRI dan tegakkan supermasi hukum di semua bidang. Dan juga kembali ke UUD 18 Agustus 1945 yang asli dan dijiwai Piagam Jakarta 22 Juni 1945. (elf/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022