
Lukman Hakim Saefuddin
JawaPos.com - Perusahaan Starbuck terang-terangan mendukung adanya lesbian gay, biseksual dan transgender atau LGBT. Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin bereaksi adanya dukungan terhadap LGBT itu.
Menurut dia, dukungan terhadap LGBT sangat tidak dibenarkan karena merujuk pada agama Islam, LGBT jelas-jelas dilarang.
"LGBT ini suatu tindakan oleh ajaran agama tidak dibenarkan," ujar Lukman di Gedung Kemenang, Jakarta (3/7).
Kendati demikian, ungkap Lukman, masyarakat jangan mengkucilkan para kaum LGBT. Masyarakat harus merangkul sehingga orang-orang yang penyimpangan prilaku seksual itu bisa diobati.
"Merangkul mereka (LGBT), berdialog sehingga kehidupan mereka semakin membaik," katanya.
Sekadar informasi, CEO Starbucks, Howard Schultz secara terang-terangan mendukung pernikahan sejenis. Oleh sebab itu di Indonesia pun muncul ajakan untuk melakukan boikot terhadap produk-produk minuman Starbucks.
Sebelumnya PP Muhammadiyah menyatakan seruan untuk memboikot Statbucks. PP Muhammadiyah khawatir bagaimana jadinya bangsa Indonesia kalau seandainya sikap dan gaya hidup dari LGBT tersebut berkembang biak di negeri ini.
Tentu akhlak dan moralitas bangsa akan ambruk dan rusak luar biasa. Untuk itu, Muhammadiyah mengimbau pemerintah dan masyarakat agar melakukan langkah-langkah dan bertindak untuk menyelamatkan kepentingan bangsa dan negara dengan memboikot produk dari coffee shop asal AS itu. (cr2/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022