Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 2 Juli 2017 | 19.55 WIB

Citilink Lihat 24 Balon Udara, Airnav: Bahaya Buat Penerbangan

Warga bersiap menerbangkan balon udara di Purbalingga meski sudah ada larangan. - Image

Warga bersiap menerbangkan balon udara di Purbalingga meski sudah ada larangan.

JawaPos.com - Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia lagi-lagi mendapat laporan adanya balon udara yang membahayakan jalur penerbangan.


Kabar dari maskapai Citylink, terlihat 24 balon udara di ketinggian 25-30 ribu kaki di Pekalongan pagi ini.



"Yang terbaru yang Citilink itu. Yang terakhir itu," ujar Humas AirNav Indonesia, Yohanes Sirait saat dikonfirmasi JawaPos.com, Minggu (2/7).



Sebenarnya, Airnav Indonesia sudah telah menerbitkan Notice To Airman (NOTAM) dengan nomor A2115 yang berlaku satu bulan, sejak diterbitkan 25 Juni 2017. Surat itu disampaikan khusus untuk penerbangan yang melintasi wilayah Jawa Tengah. Penyebabnya, ada tradisi pelepasan balon udara di beberapa lokasi yang membahayakan keselamatan penerbangan.



"Supaya pilot waspada dengan kondisi ini," tambah Sekretaris Perusahaan Airnav Indonesia, Didiet K. S. Radityo seperti keterangan yang disampaikan kepada JawaPos.com.



Adapun NOTAM merupakan pemberitahuan yang berisi informasi mengenai penetapan, kondisi atau perubahan di setiap pelayanan, prosedur atau kondisi berbahaya, berjangka waktu pendek dan bersifat penting untuk diketahui oleh personel operasi penerbangan. Tujuan penerbitan NOTAM sendiri untuk memberikan informasi dalam upaya menjamin kelancaran operasional hingga keselamatan penerbangan.



Diketahui, di Wonosobo dan beberapa kota di Jawa tengah terdapat tradisi menerbangkan balon udara tradisional pada masa Lebaran. Bahan utama balon udara tersebut berasal dari bahan-bahan seadanya seperti kertas minyak yang biasa dipakai untuk pembungkus makanan, benang dan lem tepung kanji atau tapioka sebagai perekat.



Ukuran balon tersebut sangat besar, bisa mencapai tinggi 20 meter dan lebar 8 meter. Balon diterbangan dengan cara pembakaran kayu dan jerami pada cerobong kecil yang disebut garangan.



Didiet menyatakan, pelepasan balon udara tradisional itu membahayakan keselamatan penerbangan. Sebab, balon dapat terbang bebas tanpa terkendali bahkan bisa mencapai radius 100NM lebih dari titik pelepasan dengan ketinggian di atas 24.000 Kaki di atas permukaan laut.



Bahkan, beberapa balon pecah di udara saat sudah berada di ketinggian yang sama dengan rute penerbangan. "Di daerah Wonosobo, Cilacap, Kebumen, Purworejo itu ada banyak sekali balon yang meluncur ke atas sampai ketinggian 28.000 kaki, jadi itu berada di ketinggian penerbangan jet," ujar Didiet.



Dijelaskannya, posisi geografis Kota Wonosobo tepat berada pada jalur Udara (airways) W45 dan 17N pada Jakarta FIR dan merupakan jalur atau rute penerbangan yang cukup padat dilalui oleh pesawat untuk penerbangan domestik dan internasional. "Kalau kita tarik garis dari Australia yang ke arah China pasti lewat daerah itu, karena itu banyanya balon udara di atas area tersebut sangat berbahaya," jelas Didiet.



Balon udara tanpa awak itu juga bisa bertabrakan dengan pesawat udara. Bila hal itu terjadi akan berakibat terganggunya fungsi primary flight control surfaces, ailerons, elevator and rudder pada pesawat. "Ini mengganggu fungsi aerodinamika dan kemudi pesawat," katanya.




Selain itu, dapat juga mengakibatkan kerusakan serius pada mesin pesawat udara. Kerusakan pada permukaan badan dan jendela pesawat udara dapat berakibat hilangnya tekanan udara di dalam ruang kabin. "Sehingga mengganggu sistem pernafasan penumpang dan awak pesawat," pungkas Didiet. (dna/JPG)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore