
Ilustrasi
JawaPos.com - Warga Bandar Mataram Lampung Tengah tertangkap Polda Jawa Barat karena membawa air Softgun jenis revolver di Terminal Cikarang. Warga yang ditangkap yakni Wahyu Atin (35) yang beralamat Dusun 2 terbanggi Rahayu RT/RW 04/01 Bandar Mataram Lampung tengah.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Sulistyaningsih mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari Polda Jawa Barat bahwa ada warga Lampung yang tertangkap karena memiliki dan membawa Senpi Air softgun jenis revolver di terminal Cikarang Jawa Barat.
"Tadi pagi (kemarin,red) sekitar pukul 05.30WIB ditangkapnya di terminal Cikarang Jawa Barat, Dia sendirian di terminal itu,"ungkap Sulistyaningsih sebagaimaan dilansir Radar Lampung (Jawa Pos Group), Minggu (2/7).
Sulis menjelaskan, penangkapan terhadap pelaku karena aparat curiga dengan gerak-geriknya berjalan mondar-mandir di depan Pos PAM Ramadniya Terminal Cikarang Jawa Barat.
Saat aparat memanggil dan menanyakan maksud dan tujuannya, pelaku tersebut gugup dan menghindari pertanyaan polisi.
"Karena curiga dengan gerak-geriknya, polisi menggeledah isi tasnya. Dan ternyata tas itu berisi Senpi beserta amunisinya, polisi langsung membawanya ke Mapolsek Cikarang Barat,"ujarnya.
Berdasarkan keterangan pelaku, sambung Sulis, Senpi tersebut dibawa untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. "Tapi kami tetap memprosesnya walauun alasannya untuk berjaga-jaga,"katanya.
Barang bukti yang berhasil diamankan diantaranya, sepucuk Senpi Rakitan air softgun jenis revolver berikut 6 butir peluru, satu unit HT dengan Merk Weir Weir dan 228 butir peluru air softgun (gotri).
Informasi alamat Wahyu Atin (35), warga Dusun 2 Terbanggirahayu RT/RW 04/01, Kampung Terbanggiilir, Kecamatan Bandarmataram, Lampung Tengah, masih simpang siur. Bahkan, Kepala Kampung Terbanggiilir Suparno menyatakan tidak mengenalnya.
Suparno mengatakan, dirinya belum tahu identitas Wahyu Atin yang ditangkap anggota Brimob Den D Cikarang. "Saya belum tahu dan tidak mengenalnya. Kalau Dusun 2 Terbanggirahuyu ada, tapi RT/RW-nya salah," katanya.
Meski demikian, kata Suparno, dirinya masih berusaha mencari informasi identitas Wahyu Atin. "Sekarang kita masih berusaha mencari informasi. Pak RT dan Babinkamtibmas yang juga ikut mencari belum menemukan identitas Wahyu Atin. Jika sudah ada informasi, nanti saya hubungi," ungkapnya.
Hal sama diungkapkan Kasatintel Polres Lamteng AKP Heru Sulistyananto. "Kita belum dapat identitas tersangka Wahyu Atin di Lamteng. Kita cari alamatnya tidak ditemukan. Kepala kampungnya yang seharusnya mengenal warganya tidak tahu," katanya.
Terkait penangkapan itu warga Lamteng di Cikarang, Purwanto menyatakan sejauh ini latar belakangnya masih didalami. "Masih terus didalami dan diselidiki. Apakah memang benar warga Lamteng atau bukan. Memang ada beberapa daerah di Lamteng yang menjadi pantauan kita. Ini harus diantisipasi dan dipersiapkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi," ungkapnya.(sya/yud/nas/JPG)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
