
Ilustrasi
JawaPos.com - Warga Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda mendadak tegang. Lima hari setelah Lebaran, masyarakat setempat digegerkan pembunuhan suami-istri. Korbannya adalah Bahri (54) dan Tasnani (50), keduanya ditemukan bersimbah darah di ruang tengah kediamannya di Jalan Cipto Mangunkusumo, RT 09, kemarin (30/6).
Sebelum mengetahui pasutri itu tewas, Ketua RT 09 Agus Rianto mengaku mengintip bagian dalam rumah korban dari jendela. Beberapa sopir angkutan kota (angkot) yang bekerja untuk Bahri memang kebingungan lantaran rumah pengusaha angkot itu tertutup rapat sejak pagi. “Ya, tidak seperti biasanya sampai siang juga tak kunjung beraktivitas,” ungkap Agus (48), ketua RT 09.
Agus lantas mencoba menghubungi handphone Bahri, namun tak kunjung ada jawaban. Atas musyawarah warga, akhirnya disepakati pintu rumah pasutri itu didobrak. Agus dan warga kaget begitu melihat kedua korban. Mayat Bahri yang bersimbah darah tampak ditutupi kasur. Sementara itu, Tasnani terlihat ditutupi sarung. Ketika penutup dibuka, tampak luka sayatan benda tajam di tubuh keduanya. “Banyak sekali darahnya,” timpal Agus.
Dengan panik, dia segera menghubungi polisi. Melihat kondisi rumah yang tertutup rapat, sang pembunuh diyakini sebelumnya menggembok pintu rumah setelah menghabisi korban.
Pendobrakan rumah Bahri jelang Asar kemarin, langsung menyita perhatian masyarakat. Rumah dua lantai yang di terasnya terparkir beberapa angkot itu langsung dipenuhi warga. Jalanan pun sempat macet.
Pantauan Kaltim Post (Jawa Pos Group) di lokasi kejadian, pria 54 tahun itu ditemukan dalam posisi terlentang di ruang tengah. Tampak luka tusuk di tubuh korban. Kondisi wajah keduanya dipenuhi darah dan membiru.
Anggota Polsekta Samarinda Seberang dan Unit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda langsung menutup lokasi kejadian dengan garis polisi. Setiap sudut rumah pasangan suami-istri yang belum memiliki anak itu difoto petugas.
Hingga berita ini diturunkan, polisi belum bisa memastikan apakah kejadian yang menimpa pasutri tersebut murni perampokan berujung pembunuhan, atau aksi bermotif dendam.
Petugas kepolisian berpakaian sipil lantas melakukan olah TKP. Pukul 16.30 Wita, jasad keduanya dibawa ke ruang jenazah RSUD AW Sjahranie. “Belum bisa dipastikan berapa luka. Yang jelas ada sayatan dan ini masih penyelidikan,” sebut Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Seberang Iptu Heru Santoso. (*/ryu/*/dra/rom/k8/fab/JPG)

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
