
Warga Gunung Tabur Amrullah ziarah di Pemakaman Muslimin Parring, Jalan Laksamana, RT 6 Kelurahan Gunung Tabur, Minggu (25/6). Kondisi pemakaman yang terendam air akibat luapan Sungai Segah tak menyurutkan langkahnya berziarah saat Idulfitri.
JawaPos.com - Kondisi Pemakaman Muslimin Parring di Jalan Laksamana Kelurahan Gunung Tabur, cukup memprihatinkan. Pasalnya, setiap volume air Sungai Segah meningkat, maka areal pemakaman akan terendam air.
Diungkapkan Neneng, warga setempat, kawasan Pemakaman Muslimin Parring sudah biasa terendam air sungai. Bahkan yang terparah, seluruh makam pernah terendam hingga tak terlihat sama sekali.
“Kalau jalan di kawasan pemakaman tenggelam, otomatis pemakaman juga tenggelam. Sebulan yang lalu tenggelam sama sekali,” ujarnya Neneng saat ziarah di makam ibunya, dikutip dari Berau Post (Jawa Pos Group), Sabtu (1/7).
Warga lainnya, Ilham yang tinggal dekat dengan pemakaman membenarkan bahwa pada saat air pasang maka lahan pemakaman pasti terendam air. Terlebih lagi saat hujan deras, selain permukiman warga RT 6 terendam air, pemakaman juga ikut terendam.
Keadaan pemakaman yang terendam air seperti itu menurutnya sudah terjadi sejak lama. Bukan hanya terjadi setiap tahun, tetapi juga saat volume air sungai meningkat.
“Kalau air naik, apalagi kalau lebaran, jangankan makam, jalan di depan rumah aja tenggelam. Jalan di depan rumah ini lebih tinggi daripada lokasi pemakaman,” ungkap Ilham.
Menurutnya, sempat ada wacana pembenahan lahan permakaman oleh lurah setempat. Pada prosesnya, lahan pemakaman rencananya akan diuruk dengan tanah tanpa harus memindahkan makam-makam, hanya nisannya saja yang ditinggikan.
Terpisah, Ketua RT 6 Ibrahim, mengatakan kawasan Pemakaman Muslimin Parring sebenarnya sudah ditutup, kecuali ada yang berpesan untuk dimakamkan di kawasan itu. Hal itu dilakukannya lantaran merasa prihatin terhadap jenazah-jenazah yang nantinya akan dikuburkan di sana.
“Bukan apa-apa, hanya kasihan saja kalau banjir atau air pasang. Kalau memakamkan harus diinjak, ditenggelamkan dengan peti-petinya,” jelasnya.
Ia membenarkan adanya rencana pembenahan makam oleh lurah Gunung Tabur. “Rencana Pak lurah timbun, mau diusahakan. Memang kalau banjir apalagi banjir tahunan, bersamaan sungai Kelay- Segah, bisa tenggelam sama sekali,” tuturnya.
Terkait realisasi pembenahan masih belum ditetapkan. Sebenarnya selain Pemakaman Muslimin Parring, terdapat pemakaman umum lainnya di RT 1 dan RT 4. Akan tetapi lokasi pemakaman umum di RT 1 cukup jauh, sementara untuk RT 4 jarang dipakai karena bukan merupakan pemakaman umum. (*/ech/app/fab/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022