Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 Juli 2017 | 02.52 WIB

Angkut Pemudik, Sampan Sungai Sambas Melebihi Kapasitas

perahu bermotor tetap jadi pilihan masyarakat untuk menyeberang dari Dermaga Tebas Kuala, Kecamatan Tebas, ke Dermaga Perigi Piai, Kecamatan Tekarang, dan sebaliknya, Selasa (27/6). - Image

perahu bermotor tetap jadi pilihan masyarakat untuk menyeberang dari Dermaga Tebas Kuala, Kecamatan Tebas, ke Dermaga Perigi Piai, Kecamatan Tekarang, dan sebaliknya, Selasa (27/6).

JawaPos.com - Pemudik arus balik di Sambas, Kalbar, melonjak. tak hanya angkutan darat, angkutan sampan di penyeberangan lintasan Tebas Kuala-Perigi Piai pun kewalahan. Bahkan terkesan mengabaikan keselamatan penumpang.


Saking melonjaknya arus berlebaran maupun arus balik, pengemudi sampan di penyeberangan tersebut mengangkut motor di luar kapasitas normal.


“Penumpang di atas perahu ditambah dua kali lipat. Yang seharusnya untuk dua kendaraan, dipaksakan menjadi empat kendaraan. Bahkan ada yang sampai mengangkut lima sepeda motor untuk satu trip," tutur warga Kecamatan Jawai, Joni, dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Jumat (30/6).


Alhasil, ia menilai pengawasan yang harusnya menjadi tanggung jawab pemerintah, dalam hal ini dinas perhubungan, tidak dilakukan. "Jangan setelah ada korban nanti, baru turun tangan. Sebelum ada korban, sebaiknya Dinas terkait menegur atau menindaklanjuti hal ini," pintanya.


Ongkos menggunakan perahu motor inipun mengalami kenaikan dari 50 hingga 100 persen. "Pertama kali terkejut ketika harus membayar Rp 15 ribu untuk satu kendaraan dalam satu trip penyeberangan. Karena pada hari-hari biasa, tarif penyeberangan Rp 9.000 untuk satu orang dan satu sepeda motor, sedangkan untuk dua orang dengan satu kendaraan dikenakan tarif Rp 10 Ribu," papar Joni.


Menurut dia, pada tiket penyeberangan yang diterimanya, tidak tertera kenaikan harga penyeberangan. Sehingga, Joni merasa keberatan. "Namun tetap saja harus bayar Rp 15 ribu," tuturnya.


Nah, dengan kondisi tingginya arus kendaraan dan orang yang menggunakan jasa penyeberangan, sudah sepatutnya pembangunan jembatan di Sungai Sambas Besar segera dilakukan. "Agar tidak membebani masyarakat," ujar Joni.


Salah seorang penambang perahu motor di penyeberangan lintasan Tebas Kuala-Perigi Piai yang enggan menyebut namanya menyatakan, mengangkut empat sepeda motor sekaligus dalam satu trip sudah biasa dilakukan saat lebaran. Alasan dia, jika tidak demikian, penumpang yang mau menyeberang akan menumpuk di dermaga. "Sudah setiap tahun saat lebaran seperti ini," tukasnya. (Abdu Syukri/Sairi/Mohamad iQbaL/fab/JPG)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore