Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 Juli 2017 | 01.06 WIB

Jumat Mulai Naik, Minggu Titik Tertinggi Arus Balik Libur Lebaran

SEMUA SISI: Petugas memantau arus lalu lintas Kota Surabaya di Command Center Gedung Siola kemarin. Saat ini belum terlihat kepadatan kendaraan di semua jalanan Surabaya. - Image

SEMUA SISI: Petugas memantau arus lalu lintas Kota Surabaya di Command Center Gedung Siola kemarin. Saat ini belum terlihat kepadatan kendaraan di semua jalanan Surabaya.


JawaPos.com – Peningkatan jumlah penumpang arus balik di stasiun, terminal, maupun bandara diperkirakan mulai terjadi hari ini. Pemudik diminta waspada dan pandai mengatur waktu untuk menghindari kepadatan di jalan. Salah satunya memulai perjalanan lebih pagi.



Saat Jumat, sebagian besar masyarakat enggan memulai perjalanan pagi hari. Biasanya siang, seusai salat Jumat. Karena itu, Koordinator Operasional dan Keamanan Terminal Purabaya Hardjo memperkirakan, peningkatan penumpang mulai terjadi sore ini. ”Masyarakat lebih mengutamakan ibadah dahulu, baru melaksanakan perjalanan,” ujar Hardjo.



Saat ini arus mudik memang sudah tampak. Berdasar data, penumpang yang turun di Terminal Purabaya hingga pukul 14.00 pada Kamis (29/6) mencapai 32 ribu orang. Dua jam kemudian, jumlah tersebut meningkat lebih dari 50 ribu orang.



Hardjo memperkirakan, jumlah itu terus bertambah hingga mencapai angka 60 ribu orang. ”Mulai terjadi kepadatan dibanding hari sebelumnya, tapi belum mencapai puncak,” ucapnya.



Penumpang tersebut berasal dari Blitar, Tulungagung, Kediri, Malang, Jember, Ponorogo, dan Banyuwangi. Belum terlihat lonjakan penumpang dari luar provinsi seperti Semarang, Solo, dan Jogjakarta.



Hardjo memperkirakan, semua jurusan mulai padat Sabtu mendatang. Total seluruh penumpang bisa mencapai 65 ribu hingga 70 ribu orang. ”Itu terjadi karena Sabtu merupakan prediksi puncak arus balik pemudik yang menggunakan angkutan umum,” jelas dia.



Selain menata waktu, pemudik bisa melewati jalur tol fungsional. Misalnya, tujuan Mojokerto–Surabaya. Pengguna jalan dari Krian dan Legundi bisa menggunakan jalur tersebut dan keluar di seksi I-A Waru. Ada jalur keluar lain yang bisa dilewati, yakni Menanggal dan berlanjut ke Jalan Ahmad Yani.



Pemudik dari Kertosono bisa melewati Bandarkedungmulyo dan mengarah ke Mojokerto Barat. Di wilayah tersebut ada pertemuan pintu tol seksi IV. Pengemudi yang melewati jalur tersebut bisa keluar di Legundi atau langsung ke Surabaya. Tol tersebut akan dibuka hingga 2 Juli mulai pukul 09.00 hingga 17.00



Kepala Dinas Perhubungan Lalu Lintas Angkutan Jalan (Dishub LLAJ) Jatim Wahid Wahyudi menegaskan, infrastruktur mudik maupun balik sudah disusun. Masyarakat diminta bisa bekerja sama dengan baik. Sebab, infrastruktur yang baik tidak menjamin mudik dan arus balik berlangsung lancar. ”Ketertiban pengguna kendaraan juga sangat dibutuhkan,” ucap dia.



Salah satu aturan yang butuh perhatian adalah larangan truk beroperasi. Yakni, truk dengan beban angkut 14 ton atau bersumbu lebih dari tiga. Awalnya mereka sudah bisa beroperasi H+5 Lebaran. Namun, Dishub LLAJ Jatim memperpanjang larangan itu. Mereka baru boleh beroperasi H+7.



PT KAI (Persero) Daop 8 memastikan pergerakan arus mudik mulai hari ini. Kepastian itu didasarkan atas penjualan tiket yang sudah dilakukan sejak awal puasa. Penjualan tiket tujuan Surabaya pada hari ini di atas 15 ribu orang.



Jumlah tersebut terdiri atas berbagai rute. Baik dalam maupun luar provinsi. Penjualan paling tinggi dipastikan pada Minggu (2/7). Tiket tujuan Surabaya yang terjual mencapai 37.586 lembar. ”Artinya, akan ada orang sejumlah itu yang tiba di Surabaya,” kata Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Gatut Sutiyatmoko.



Arus balik yang menggunakan kapal feri Bangkalan–Surabaya juga padat. Tampak ratusan penumpang terlihat mengantre menunggu kapal yang bersandar. Sebab, KMP Jokotole tidak beroperasi sejak Senin (26/6). Alhasil, pelayaran Pelabuhan Ujung–Kamal hanya dilayani dua kapal.



Kepadatan penumpang juga lebih terasa di Pelabuhan Kamal, Bangkalan. Para penumpang adalah warga Madura yang bekerja di Surabaya dan beberapa daerah lain. Misalnya, Sujatmiko, pria asal Bangkalan yang kembali ke Sidoarjo. ”Saya harus mulai kerja lagi di Candi, Sidoarjo,” ujarnya.



Sebaliknya, penumpang dari Surabaya adalah mereka yang ingin belanja atau wisata ke Bangkalan.

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore