Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 Juli 2017 | 01.01 WIB

Mandek karena Jet Ski hanya Menggeram saat Digas

PARA PETUALANG: Dari kiri, Alfonso Reno, Drian Bintang Suryanto, Armand van Kempen, Piet van Kempen, dan Gregorius Agung saat bersiap berangkat. - Image

PARA PETUALANG: Dari kiri, Alfonso Reno, Drian Bintang Suryanto, Armand van Kempen, Piet van Kempen, dan Gregorius Agung saat bersiap berangkat.


Mimpi besar itu harus mandek sepekan setelah Armand van Kempen memulai perjalanannya dari Surabaya pada 17 Juni. Salah satu jet ski ngadat di Lombok. Wartawan Jawa Pos DRIAN BINTANG SURYANTO mengikuti hari-hari perjalanan tersebut.





’’MEMANG sudah wayahe ganti. Saya beli sekitar 2015,’’ kata Armand van Kempen.



Dia mengucapkan hal itu dalam sebuah malam di kawasan Senggigi, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (25/6). Suasana Central Inn, penginapan rombongan itu, sejatinya asyik. Dekat dengan laut. Dekat dengan debur ombak.



Tapi, suasana menyenangkan itu tak mudah hinggap di batin Armand, pria kelahiran Surabaya tersebut. Petualangannya harus terhenti.



Ya, jet ski yang bermasalah itu adalah kendaraan terbesar dalam ekspedisi jet ski Surabaya–Labuan Bajo tersebut. Skuter air itu adalah Yamaha tipe FX SVHO. Daya yang dihasilkannya setara dengan 200 tenaga kuda. Tak heran, ia bisa ngebut di air hingga kecepatan 90 kilometer per jam atau hampir 49 knot.



Armand adalah pemilik sekaligus penunggang jet ski gede tersebut. Yang bikin ’’geregetan’’, jet ski itu ’’ngambek’’ saat Armand ingin menaklukkan rute terpanjangnya.



Perjalanan tersebut memang dirancang begitu spesial. Armand dan krunya ingin naik skuter air dari Surabaya sampai Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT). Jaraknya 459 nautical mile. Jika dikonversikan ke meter, satu nautical mile berarti 1.852 meter. Dengan begitu, jarak yang harus ditempuh Armand dan timnya sekitar 850 km.



Sebagai penunggang setia, tentu saja Armand sudah merasakan kejanggalan. Namun, masalah itu tidak terdeteksi saat mereka berangkat. Baru ketika perjalanan menyusuri sisi utara Bali, Armand merasakan keanehan.



Beberapa kali dia mengatakan bahwa ada sampah yang nyangkut di jet ski itu. Tapi, lelaki kelahiran 1973 tersebut tidak langsung membongkar mesin. Sebab, gejalanya memang tak kentara. ’’Cuma tersendat. Saya pikir jet ski-nya kemasukan air,” tambah Armand.



Armand pun hanya membuang air itu. Caranya, jet ski dikandaskan ke daratan. Bagian pantatnya diganjal. Dengan sendirinya, air mengalir keluar.



Meski begitu, jet ski itu tidak kunjung beres. Bukannya fit, kondisi kendaraan tersebut kian buruk. Meski tarikan dikencangkan, daya dorong tidak ada. ’’Dulu, digas setengah masih ngangkat. Sekarang digas setengah cuma bisa nggereng,” kata Armand, lantas tertawa lirih.



Awalnya memang hal tersebut tidak menjadi masalah. Armand memaklumi usia jet ski-nya yang memang terbilang paling tua dalam ekspedisi itu. Tapi, masalah bertubi-tubi terus muncul saat kendaraan tersebut dipakai berputar-putar jarak pendek. ’’Lama-kelamaan kok kecepatannya semakin menurun dan menurun. Wah, sudah bermasalah ini berarti,” tutur warga Gayungsari itu.



Ya, ketika berhenti di etape-etape menuju Labuan Bajo, Armand tidak mau beristirahat begitu saja. Dia selalu pelesir di sekitar tempat-tempat pemberhentian. ’’Percuma dong kalau kita sudah sampai sini, tapi nggak tahu apa-apa tentang yang ada di sekitarnya,” tuturnya.



Contohnya ketika Armand dan rombongan sampai di Senggigi, Lombok. Mereka memutuskan untuk mengunjungi satu per satu kepulauan yang berada di sekitar Lombok. Nah, di situlah, masalah pada jet ski mulai kentara.



Armand sempat ingin nekat meneruskan perjalanan. Tapi, dia tidak mau menuruti ego. Keselamatan dan persiapan lebih penting. ’’Apalagi navigator saya, si Piet (Piet van Kempen, saudara Armand, Red) juga memutuskan untuk pulang. Jadi, benar-benar harus ditunda,” jelasnya.

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore