
TANPA LEM: Venanda Elga, mahasiswa semester IV Jurusan Teknik Industri Sekolah Tinggi Teknik Surabaya, mengecek miniatur motor karyanya.
JawaPos.com – Venanda Elga sangat berhati-hati membawa prakarya berbentuk sepeda motor matik dalam ukuran mini. Miniatur berbahan tripleks tersebut memang rapuh. Jika tidak hati-hati, sambungannya bisa lepas semua. ’’Karena ini tidak dilem,’’ tuturnya.
Prakarya miniatur motor itu merupakan tugas mata kuliah proses produksi. Mahasiswa semester 4 jurusan teknik industri Sekolah Tinggi Teknik Surabaya (iSTTS) itu menyelesaikannya selama satu semester. Tugasnya membuat miniatur produk yang dikenal masyarakat.
Elga menjelaskan, untuk membuat prakarya itu, para mahasiswa harus mengamati benda yang akan dijadikan miniatur. Proses observasi memakan waktu hingga sebulan. Proses selanjutnya membuat sketsa secara manual dan digital. Sketsa digital dibuat dalam aplikasi Autocad 2D.
Setelah desain digital jadi, Elga memotong bagian-bagian miniatur motor dengan menggunakan laser cut. Bahan yang digunakan adalah tripleks. Proses tersebut dikerjakan dalam waktu dua bulan. ’’Kesulitannya, banyak detail yang kecil-kecil sehingga gampang patah dan hilang. Selain itu, bahan tripleks satu dengan yang lainnya beda ketebalan, tidak ada yang persis sama,’’ katanya.
Dalam mengerjakan tugas itu, bukan hasil akhir yang bagus yang mendapatkan nilai tinggi. Melainkan detail serta ketelitian mahasiswa dalam mengerjakannya. Jika ada kesalahan yang tidak dilaporkan, nilai bisa dikurangi.
Kaprodi Teknik Industri iSTTS Tigor Tambunan menyatakan, pembelajaran tersebut bertujuan melatih kedisiplinan dan ketelitian mahasiswanya. Lulusan teknik industri dipersiapkan menjadi tenaga siap kerja. ’’Karena itu, mereka harus paham detail,’’ tuturnya.
Pembelajaran membuat miniatur produk itu biasanya diajarkan untuk mahasiswa semester atas. Namun, iSTTS sengaja mengajarkannya kepada mahasiswa semester awal agar membentuk pola pikir. Dengan begitu, ketika terjun ke lapangan, mereka bisa lebih paham dan efisien dalam memilih bahan-bahan produk.
Dalam pengerjaannya, para mahasiswa dibebaskan membuat sendiri atau berkelompok. Satu kelompok terdiri atas dua mahasiswa. Mereka yang memilih mandiri atau berkelompok tidak ada dispensasi khusus. Tugas dan tanggung jawabnya sama. ’’Kalau kompak, pasti hasilnya bagus,’’ ucapnya. (ant/c15/nda)

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
