Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 29 Juni 2017 | 04.32 WIB

Kisah Warga Binaan Perempuan Jalani Lebaran di Rutan (2)

Perkara Tahanan Perempuan di Rutan Gresik - Image

Perkara Tahanan Perempuan di Rutan Gresik


SEBAGAI seorang ibu, Nay Hay (nama samaran) harus menanggung beban saat meninggalkan kedua putranya yang masih berusia 13 tahun dan 4 tahun. Khususnya si bungsu. Karena itu, dia tidak mengizinkan putra terkecilnya mengunjungi sang bunda di Rutan Gresik. ”Sekali besuk. Kemudian, saya enggak tega,” ujar perempuan asli Kota Pudak itu.



Menurut Nay, rompi tahanan yang dikenakannya membuat si bungsu menyangka sang ibu sedang sekolah. ”Jadi sering nanya, mama kapan sekolahnya selesai, kok enggak pulang-pulang,” ucapnya.



Sementara itu, si sulung lebih paham tentang kondisi ibunya. Sebab, Nay memberikan pengertian kepada si sulung bahwa dirinya telah melakukan suatu kesalahan. Sekarang sang ibu bertanggung jawab terhadap kesalahan tersebut. Awal terjerat masalah penipuan dan penggelapan, wajah Nay yang mampir di media cetak maupun media elektronik membuat teman-teman anak sulungnya mengetahui kasusnya. Mereka pun bertanya mengenai itu. ”Saya bilang, kakak enggak boleh malu. Setiap kesalahan harus disertai tanggung jawab. Dia sangat paham dan mengerti bahwa mamanya dihukum karena tanggung jawab dan enggak akan kabur,” paparnya.



Menurut Nay, kehadiran anak-anak menjadi kekuatan baginya. Ucapan apa yang ingin disampaikan kepada anak-anaknya? Nay terdiam sesaat. Sebelum akhirnya dia menjawab singkat. ”Mama minta maaf. Kalau kalian kuat, mama kuat,” ujarnya.



Eka Bunga (juga nama samaran) punya pengalaman berbeda tentang anak semata wayangnya. Karena di-bully, anak tunggal yang berusia 11 tahun itu sampai tidak mau bersekolah selama sepekan. ’’Saya beri pengertian. Saya bilang ke dia, enggak usah didengarkan. Ini ujian yang harus dijalani. Lama-lama, dia bisa nerima dan mengerti,” terang perempuan asal Sidoarjo itu.



Setelah bebas nanti, Eka ingin menebus waktu yang sudah lama terbuang. Dia akan mengajak anaknya bertamasya. Ke mana saja, asal bisa kembali tertawa bersama-sama. Menurut Eka, kasus yang menimpanya menjadi pelajaran berharga. Dia tidak akan lagi berbuat hal yang melanggar hukum. ”Tidak ada yang ingin saya katakan ke mereka, anak dan keluarga, selain kata maaf,” ungkap dia. (hay/c6/dio)


Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore