
INVESTIGASI: Penyelidik bekerja di lokasi ledakan bom mobil di Kiev, Ukraina, kemarin.
JawaPos.com - Aksi teror pecah di Ukraina. Kemarin (27/6) sebuah bom yang disembunyikan di dalam mobil meledak di Kota Kiev. Insiden yang terjadi di jantung ibu kota itu merenggut nyawa Kolonel Maksim Shapoval. Dia adalah intelijen militer papan atas yang bertugas di Kementerian Pertahanan.
’’Ledakan sekitar pukul 08.00 itu menewaskan pengemudi mobil Mercedes tersebut. Polisi yakin insiden itu sebagai aksi teror,’’ kata Artem Shevchenko, jubir Kementerian Dalam Negeri. Saat ini polisi menyelidiki teror yang juga mengakibatkan seorang pejalan kaki terluka tersebut. Bukti-bukti awal yang terkumpul mengacu pada terorisme.
Shapoval yang mengemudikan mobil sendirian itu ditengarai menjadi target teroris karena jabatannya di Kementerian Pertahanan. Pelaku diyakini menyembunyikan bom di dalam mobil korban. Selanjutnya, bom itu diatur untuk meledak saat mobil melaju. Sayangnya, sejauh ini aparat Ukraina belum memiliki tersangka. Namun, teror yang pecah di Ukraina biasanya berkaitan dengan separatis pro-Rusia. (AFP/Reuters/hep/c15/sof)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
