Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Juni 2017 | 23.24 WIB

Sevel Riwayatmu Kini

Sevel Raden Saleh Ditutup - Image

Sevel Raden Saleh Ditutup

JawaPos.com - Ridwan salah satu pegawai Seven Eleven atau yang lebih beken dikenal dengan Sevel harus bersedih, karena tempatnya bekerja harus bangkrut.


Ridwan adalah pegawai Sevel di depan RS Bunda Menteng, Jakarta. Dia sudah setahun bekerja di tempat yang identik dengan nongkrongnya anak-anak muda ini. 


‎"Setahun baru bekerja di Sevel saya sudah betah," ujar Ridwan kepada JawaPos.com, Rabu (28/6).


Menurut Ridwan, baru kali ini tempatnya bekerja mengalami kebangkrutan. Biasanya putus kontrak atau dirinya sendiri resign. Di Sevel ini dia merasa nyaman, walaupun dalam setahun dia dipindah tugaskan sebanyak tiga kali. Pertama di Jakarta Utara, kedua Jakarta Barat dan ketiga di Jakarta Pusat ini.


‎"Teman-teman juga sudah betah sebenarnya di Sevel ini, apalagi waktu kerjanya enak dari jam 06.00 WIB -14-00 WIB untuk pagi, siang pukul 14.00 WIB - 22.00 WIB dan malam dari pukul 22.00 WIB sampai 06.00 WIB," katanya.


Sebelum bekerja di Sevel, Ridwan mengaku, sebelumnya bekerja di Alfa Midi. Namun dia memutuskan resign karena tertarik bekerja di Sevel lantaran gajinya di atas Upah Minimum Perkotaan (UMP) DKI Jakarta. "Di Sevel ini gede gajinya lebih dari UMP malah," katanya.

Sebelum dinyatakan gulung tikar, menurutnya, Sevel di depan RS Bunda selalu ramai dengan pengunjung, tak terkecuali dengan pengunjung rumah sakit di sebelah gerai Sevel tempatnya bekerja. "Sayang banget Sevel ini harus tutup,'' ucapnya sedih.


Selain menjadi pegawai Sevel, rupanya Ridwan sebagai pengemudi ojek online. Dengan jam kerja yang mengasikkan, apabila pulang kerja, ia pun langsung tarik setoran menjadi ojek. Namun lebih enak kerja di Sevel ketimbang menjadi ojek.


"Sevel mah enak enggak kepanasan, kalau ojek kan capek, tapi ojek ini buat penghasilan tambahan aja," imbuhnya.


Pasca tutupnya Sevel,  kini Ridwan telah mendapatkan pekerjaan di bidang retail serupa dengan Sevel. Namun dia tidak tahu apakah tempat kerjanya yang baru seenak di Sevel. Banyak kenangan juga yang didapatkan Ridwan menjadi pegawai Sevel karena rekan-rekannya terbilang kompak.


"Teman-teman juga sedih tapi emang udah tutup mau diapain lagi. Padahal teman-teman di sini itu udah solid benar semuanya," tuturnya.


Ridwan juga tidak mengetahui penyebab tutupnya Sevel apakah karena terlalu banyak pengunjung yang nongkrong-nongkrong saja, tanpa membeli makanan dan minuman di Sevel. "Saya mah cuma kerja nyapu, ngepel jadi kasir jadi kalau pembukuan saya enggak tahu," pungkasnya.


Sementara penjaga parkir pada Sevel di kawasan Cikini, Fuad mengatakan, penghasilannya mengalami penurunan. Karena tempat yang biasanya ramai dengan anak muda namun tiba-tiba sepi. 


"Biasanya sehari itu bisa sampai Rp 100 ribu sekarang aja cuma bisa bisa buat ngerokok sama ngopi," katanya. Fuad berharap ke depan Sevel di Cikini digantikan dengan jenis usaha yang sama. Karena tempat sangat strategis untuk nongkorong anak muda.

Terkait tutupnya Sevel di tempat ia biasa  menjaga parkir, Fuad mengaku tidak mengetahui kenapa Sevel itu tutup. Yang dia ketahui, tutupnya Sevel Cikini, karena sewa tempatnya telah habis. Jadi ingin digantikan yang lain. "Setau saya mah sewanya habis enggak diperpanjang‎," ungkap Fuad.(cr2/JPG)

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore