Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Juni 2017 | 16.58 WIB

Hati-hati Masuk Jurang Bila Melintas Kawasan Ini

LONGSOR : Seluruh kendaraan yang melintas di Jalur Gunung Gumitir tepatnya di KM 37 Dusun Gumitir, Desa Sidomulyo, Silo harus ekstra hati-hati karena bibir jalan longsor. - Image

LONGSOR : Seluruh kendaraan yang melintas di Jalur Gunung Gumitir tepatnya di KM 37 Dusun Gumitir, Desa Sidomulyo, Silo harus ekstra hati-hati karena bibir jalan longsor.

JawaPos.com – Jalur perlintasan Gumitir yang melalui Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo masih menjadi titik rawan bagi pengemudi. Setelah pada, malam Lebaran (24/6) terjadi longsor parah yang menyebabkan kemacetan total beberapa jam, longsor susulan terjadi lagi selang sehari kemudian, Minggu malam (25/6).


Titik longsor kedua ini terjadi di KM 37 Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo. Sepanjang 30 meter tepi jurang dengan kedalaman 50 meter tergerus ke bawah hingga hampir memakan bahu aspal. Longsornya bibir jalan yang menghubungkan Jember dengan Banyuwangi itu cukup mengganggu pengguna jalan baik kendaraan roda dua maupun roda empat.


Apalagi jalur tersebut merupakan jalur padat yang banyak dilalui kendaraan, termasuk bus antar kota dalam provinsi (AKDP). Potensi kecelakaan bertambah karena pagar besi pengaman yang dipasang di pinggir jalan, juga ikut longsor. Kondisi ini sudah dilaporkan warga ke Pos Pengamanan Lebaran yang ada di Garahan dan Gumitir


Petugas dari Satlantas Polsek Silo kemudian memasang pita pengaman dan rambu lalu lintas sementara. “Kami bersiaga jika terjadi longsor susulan. Kondisi sangat rawan, karena di bawah jalur ini terdapat sungai kecil yang cukup deras alirannya,” tutur Bripka Imam Setyadi anggota Polantas Polsek Silo kepada Jawa Pos Radar Jember.


Dari pantauan Jawa Pos Radar Jember, sungai kecil yang cukup deras tersebut memang bisa berpotensi memicu longsor susulan. Bibir jalan yang ambrol memiliki kedalaman sekitar 30 meter dan lebar 15 meter. Jarak antara bibir jalan yang longsor dengan bahu jalan, tutur Imam hanya sepanjang 1 meter. “Kami menghimbau kepada pemudik untuk lebih waspada. Karena hujan masih cukup deras di sini,” sambung Imam.


Di lokasi terdapat sekitar 5 relawan dari warga sekitar yang peduli keselamatan para pengguna jalan. Mereka terlihat memberi aba-aba kepada pengendara untuk mengurangi laju kecepatan. Sambil membunyikan peluit agar pengendara khususnya yang dari arah Banyuwangi lebih berhati hati. Relawan warga mengatur kendaraan yang berada di titik persimpangan dari dua jalur yang berbeda, agar bergantian sehingga terhindar dari kemungkinan terperosok ke bibir jalan yang longsor.


Mujiono, 45 pengendara mobil asal Kecamatan Kunir, Lumajang, yang saat itu membawa tujuh anggota keluarga mengaku sangat was-was ketika melintas di jalan yang longsor. “Karena longsornya pas di jalan yang menanjak dan agak berkelok. Mudah mudah pemerintah segera memperbaiki,” pungkasnya. (jum/was/ad/JPG)

Editor: Soejatmiko
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore