
LONGSOR : Seluruh kendaraan yang melintas di Jalur Gunung Gumitir tepatnya di KM 37 Dusun Gumitir, Desa Sidomulyo, Silo harus ekstra hati-hati karena bibir jalan longsor.
JawaPos.com – Jalur perlintasan Gumitir yang melalui Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo masih menjadi titik rawan bagi pengemudi. Setelah pada, malam Lebaran (24/6) terjadi longsor parah yang menyebabkan kemacetan total beberapa jam, longsor susulan terjadi lagi selang sehari kemudian, Minggu malam (25/6).
Titik longsor kedua ini terjadi di KM 37 Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo. Sepanjang 30 meter tepi jurang dengan kedalaman 50 meter tergerus ke bawah hingga hampir memakan bahu aspal. Longsornya bibir jalan yang menghubungkan Jember dengan Banyuwangi itu cukup mengganggu pengguna jalan baik kendaraan roda dua maupun roda empat.
Apalagi jalur tersebut merupakan jalur padat yang banyak dilalui kendaraan, termasuk bus antar kota dalam provinsi (AKDP). Potensi kecelakaan bertambah karena pagar besi pengaman yang dipasang di pinggir jalan, juga ikut longsor. Kondisi ini sudah dilaporkan warga ke Pos Pengamanan Lebaran yang ada di Garahan dan Gumitir
Petugas dari Satlantas Polsek Silo kemudian memasang pita pengaman dan rambu lalu lintas sementara. “Kami bersiaga jika terjadi longsor susulan. Kondisi sangat rawan, karena di bawah jalur ini terdapat sungai kecil yang cukup deras alirannya,” tutur Bripka Imam Setyadi anggota Polantas Polsek Silo kepada Jawa Pos Radar Jember.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Jember, sungai kecil yang cukup deras tersebut memang bisa berpotensi memicu longsor susulan. Bibir jalan yang ambrol memiliki kedalaman sekitar 30 meter dan lebar 15 meter. Jarak antara bibir jalan yang longsor dengan bahu jalan, tutur Imam hanya sepanjang 1 meter. “Kami menghimbau kepada pemudik untuk lebih waspada. Karena hujan masih cukup deras di sini,” sambung Imam.
Di lokasi terdapat sekitar 5 relawan dari warga sekitar yang peduli keselamatan para pengguna jalan. Mereka terlihat memberi aba-aba kepada pengendara untuk mengurangi laju kecepatan. Sambil membunyikan peluit agar pengendara khususnya yang dari arah Banyuwangi lebih berhati hati. Relawan warga mengatur kendaraan yang berada di titik persimpangan dari dua jalur yang berbeda, agar bergantian sehingga terhindar dari kemungkinan terperosok ke bibir jalan yang longsor.
Mujiono, 45 pengendara mobil asal Kecamatan Kunir, Lumajang, yang saat itu membawa tujuh anggota keluarga mengaku sangat was-was ketika melintas di jalan yang longsor. “Karena longsornya pas di jalan yang menanjak dan agak berkelok. Mudah mudah pemerintah segera memperbaiki,” pungkasnya. (jum/was/ad/JPG)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
