Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Juni 2017 | 16.00 WIB

Tukang Ojek Ditemukan di Tikungan Jalan, Jasadnya...

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Sesosok mayat ditemukan di Buper Waena, Minggu (25/6). Tubuh korban ketika itu sudah dalam kondisi membengkak dan menimbulkan bau tak sedap. Ia diduga telah meninggal 3 hari sebelumnya hingga ditemukan pada Minggu pekan kemarin. Diduga, mayat tersebut adalah Budi, seorang tukang ojek.

Dari keterangan pihak kepolisian, jenasah Budi dilaporkan oleh warga pada Minggu sekitar pukul 16.40 WIT di tikungan tak jauh dari Kampus STAIN Buper Waena, dimana salah satu saksi bernama Join (18) bersama dua temannya, Alvin dan Virgi yang ketika itu baru saja pulang menyaksikan balapan di Buper Waena.

Saat dalam perjalanan pulang ini mereka dihentikan oleh seseorang yang tak dikenal dan disampaikan bahwa ada mayat di bagian bawah jalan. Join ketika hendak melapor ke Pos Subsektor Heram sempat bertemu dengan Alvin dan Virgi yang kemudian melaporkan. 

Tak lama kemudian anggota Pos Subsektor Heram tiba di lokasi kejadian  dan mengamankan TKP. Lalu sekitar pukul 17.20 WIT setelah menerima laporan ini, enam anggota Polsek Abe tiba di lokasi yang dipimpin oleh Wakaplosek, AKP James Tegai dan menyusul Kapolres Jayapura Kota, AKBP Tober Sirait.

Setelah melakukan identifikasi awal, jenazah langsung dibawa ke RS Bhayangkara, Kotaraja. Dari penemuan mayat ini Polisi masih menelusuri apakah korban tewas karena dibunuh.  "Awalnya jenazah tidak diketahui identitasnya, namun setelah diselidiki ternyata bernama Budi dan bekerja sebagai tukang ojek," kata Kanit Reskrim Polsek Abepura, Iptu Fatah, Selasa (27/6).

Dari pengamatan luar, polisi tidak menemukan bekas tanda kekerasan terutama luka di sebagian besar tubuh, hanya di bagian kepala saja yang terlihat mulai membusuk sedangkan tubuh lain tak ada tanda-tanda kekerasan.

"Kami belum bisa pastikan karena harusnya penjelasan tersebut diperoleh setelah dilakukan autopsi. Nh yang jadi persoalan adalah pihak keluarga korban menolak dilakukan otopsi dan langsung mengambil jenazah untuk dimakamkan," kata Fatah sebagaimana dilansir dari Cenderawasih Pos (Jawa Pos Group).

Disinggung mengenai barang-barang korban saat di lokasi kejadian seperti handphone maupun dompet korban masih ada, yang tak ada hanyalah motor. "Ini yang masih membingungkan, Hp dan dompet masih ada tapi motornya hilang," pungkas Fatah.

Sementara itu, masyarakat Pati yang tergabung dalam Paguyuban Kerukunan Keluarga Pati (KKP) Kota Jayapura, didukung dengan paguyuban Jember dan Madura serta lainnya,  mendesak polisi untuk mengusut tuntas penyebab kematian korban ini.

Mereka menduga korban Budi ini menjadi korban curas atau perampokan. Oleh karena itu mereka mengutuk keras pelaku pembunuhan. Pasalnya,  korban tidak punya salah dan kerjanya sebagai tukang ojek, almarhum sebagai tulang punggung keluarga meninggalkan 4 orang anak dan 1 istri di Arso.  

Mereka juga mendesak pemerintah harus ikut turun tangan, supaya warga di Kota Jayapura tidak hanya orang Pati yang tinggal di Kota Jayapura bisa merasa nyaman tinggal di Kota Jayapura. “Kalau bukan pemerintah dan aparat keamanan yang mengayomi kita lalu siapa lagi,’’keluhnya.

Mereka meminta pihak keamanan diminta harus bisa mengayomi warga kota Jayapura dalam emberikan rasa aman dan nyaman. “Selama ini sudah ada 6 warga Pati terbunuh dengan sia-sia dan pelakunya belum juga tertangkap, kami minta kasus ini yang terakhir menimpa warga kami,’’tegasnya.(de/dil/tri/sad/JPG)

Editor: Muhammad Syadri
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore