
Ilustrasi
JawaPos.com - Seorang pria tewas setelah menerima luka tikam di bagian perut Selasa (27/6) malam. Korban bernama Asmadi ditemukan tergeletak di pinggiran los tak jauh dari jalan utama Pasar Youtefa Abepura.
Tak hanya satu orang korban, salah satu rekan korban bernama Mendian juga harus dilarikan ke RS Bhayangkara karena mengalami luka tusuk di perut dan langsung mendapatkan perawatan intensif.
Sementara pelaku berinisial On juga harus dilarikan ke rumah sakit. Informasi yang beredar, kedua korban adalah anggota polisi ya
ng bertugas di Kaimana.
Mengenai penyebab awal kejadiannya hingga tadi malam masih simpang siur. Ada yang menyebut karena adanya aktifitas judi yang dibubarkan, namun ada juga yang menyebut karena minuman keras.
Namun dari keteragan yang diperoleh Cenderawasih Pos (Jawa Pos Group), kejadian ini terjadi sekitar pukul 18.00 WIT di bagian tengah Pasar Yotefa. Awalnya, On yang bekerja menjaga pasar berkeliling pasar dan menemukan empat orang tengah duduk sambil bermain judi. Saat itu korban langsung menegur dan meminta empat orang ini untuk bubar karena pasar akan tutup.
Namun apa yang disampaikan On ini malah direspon dengan penolakan dan terjadilah keributan. Karena tak terima ditegur, empat orang ini langsung memukul korban, bahkan ada yang ikut menusuk di bagian pinggang kanan bagian belakang. On sendiri memilih melarikan diri namun sempat dikejar.
Disinilah, karena merasa terancam, On langsung mengayunkan pisaunya dan menikam dua orang diantaranya. Akibatnya, dua orang, Mendian dan Asmadi terkena tusukan. Asmadi sendiri tewas di lokasi kejadian sedangkan rekannya langsung dilarikan ke RS Bhayangkara.
Polisi dan warga langsung berjaga-jaga hingga pukul 20.00 WIT. Namun saat tengah dilakukan olah TKP, tak lama kemudian terdengar banyak bunyi tembakan berulang-ulang yang membuat warga ketakutan. Untungnya tak lama kemudian situasi ini reda dan jenazah langsung dibawa ke rumah sakit.
Kapolsek Abepura, Kompol Rudolof Yabansabra yang ditemui di lokasi kejadian secara singkat menjawab bahwa kasus tersebut sedang didalami. "Masih diselidiki," singkatnya.
Salah satu anggota Komisi C DPR Kota Jayapura, Thamrin yang ditemui di lokasi menyebutkan bahwa informasi mengenai adanya perjudian di Pasar Youtefa sejatinya bukan kali ini di dengar. Ini juga yang meresahkan masyarakat dan pedagang. "Sebelumnya terjadi di terminal, kami berharap ini diseriusi, jangan sudah begini baru kita saling menyalahkan," katanya.
Hal ini dibenarkan pedagang lainnya yang ditemui di los pakaian cakar bongkar. "Untuk los tengah memang sering dipakai untuk tempat judi. Kami pikir pedagang disini sudah tahu semua dan kalau ada masalah seperti ini kami yang resah, karena dikahwatirkan ada aksi balasan," singkat pria yang enggan menyebutkan namanya tersebut.
Kapolres Jayapura Kota, AKBP Tober Sirait juga terlihat di lokasi dan meminta keterangan dan mengecek situasi. (ade/tri/sad/JPG)

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
