
Ilustrasi
JawaPos.com – Hingga H+7 petugas akan terus menjaga 5 perlintasan kereta api tanpa palang pengaman di Kecamatan Kramat, Suradadi dan Warureja. Upaya tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran arus balik, khususnya mengamankan perjalanan kereta api.
Toto, petugas jaga lintasan tanpa pengaman di Kelurahan Dampyak mengatakan, dalam sehari petugas dibagi menjadi dua giliran kerja. Pertama mulai pukul 06.00-14.00 dan kedua mulai pukul 14.00-22.00. Petugas, kata dia, mulai bekerja sejak H-5 dan akan berakhir pada H+7 lebaran.
Tingginya intensitas perjalanan kereta api selama arus mudik dan balik tidak lepas dari adanya jalur ganda sehingga kereta api bisa melintas bersamaan dalam rentang waktu yang tidak terlalu lama. Saat ada kereta yang akan melintas dari barat, dia mendapatkan informasi atau tanda dari pos di RS Mitra Siaga.
Sebaliknya, saat ada kereta yang akan melintas dari timur, dia mendapatkan informasi dari pos Dinuk. Dia dan petugas lainnya harus betul-betul mengawasi pengguna jalan yang akan melintas, terutama sepeda motor agar berhenti di lokasi yang aman saat kereta api akan melintas.
“Beberapa menit sebelum kereta datang, kami mengibarkan bendera merah dan memastikan kendaraan dari dua arah untuk berhenti,” jelasnya kepada Radar Tegal (Jawa Pos Group).
Purnomo, 39, warga setempat menyambut baik penjagaan perlintasan kereta api tanpa palang pengaman di sekitar tempat tinggalnya. Pasalnya, aktivitas warga saat lebaran tiba lebih tinggi dibandingkan hari biasa. Demikian pula jumlah kendaraan yang melintas sehingga keberadaan petugas di perlintasan tersebut sangat membantu terutama di malam hari.
Biasanya, warga harus ekstra hati-hati dan memastikan dengan jelas tidak ada kereta yang akan melintas saat menyeberang. Sekarang, sesaat sebelum kereta datang, petugas sudah meniup peluit sembari membawa bendera serta meminta kendaraan berhenti.
“Dengan menempatkan petugas maka keamanan perlintasan kereta api lebih terjaga, baik untuk perjalanan kereta itu sendiri maupun kendaraan yang akan melintas,” ujarnya. (gun/yuz/JPG)

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
