Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Juni 2017 | 19.55 WIB

Naik Pangkat, Korban Penyerangan Teroris Sumut Dikebumikan Hari Ini

Ipda Anumerta Martua Sigalingging, korban penyerangan dua terduga teroris di Medan. - Image

Ipda Anumerta Martua Sigalingging, korban penyerangan dua terduga teroris di Medan.

JawaPos.com - Pascatewas usai diserang dua orang terduga teroris, Aiptu Martua Sigalingging, personel Pelayanan Markas (Yanma) Polda Sumut rencananya akan dikebumikan hari ini Batubara, Tapanuli Selatan.


Sebelumnya jenazah yang tewas di Pos Jaga Polda Sumut pada Minggu (25/6) dini hari sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Sumut.


Lantas jenazah almarhum dilepas Kapolda Sumut Irjen Rycko Amelza Dahniel, Minggu (25/6) dan diantardiantar menuju rumah duka di Tapanuli Selatan. "Jenazah almarhum dikebumikan di Batubara, asal orang tuanya," ungkap Rycko seperti dikutip dari SumutPos.co (Jawa Pos Group), Selasa (27/6).


Saat melepas jenazah Martua, Rycko menyebut bahwa atas pengabdiannya selama ini korban penyerangan itu diberikan kenaikan pangkat setingkat menjadi Ipda Anumerta Martua Sigalingging.


Di tempat lain, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting menyebut, penyerangan terhadap Martua diketahui pertama kali oleh Brigadir Erbi Ginting yang ketika itu sedang melakukan patroli di sekitar Mapolda Sumut sekitar pukul 03.00 WIB.


Brigadir Erbi Ginting memergoki dua pelaku di dalam pos penjagaan dan menegur pelaku. Lantas kedua pelaku kemudian mengejar Erbi Ginting dengan mengacungkan pisau.


Tidak ingin mati konyol, Brigadir Erbi Ginting berlari dan berteriak minta tolong kepada petugas Brimob lainnya yang bertugas di pintuk masuk (Pintu I) Mapolda Sumut.


Mendengar teriakan tersebut, petugas Brimob mengejar pelaku. Akan tetapi para pelaku penyerangan itu bukannya takut, melainkan malah mengejar balik anggota Brimob dengan meengacungkan sebilah pisau sambul berteriak “Saya sudah membunuh polisi, Allahuakbar!!”


Mendengar teriakan tersebut, anggota piket Brimob lainnya berdatangan dengan memberikan tembakan peringatan ke atas. Namun pelaku tetap menyerang. Dengan terpaksa petugas piket melakukan tindakan tegas dengan menembak pelaku.


Ardial Ramadhana alias Hardi alias Hardi BW (34) tewas di tempat. Sedangkan satu orang pelaku lainnya atas nama Syawaluddin Pakpahan (43) mengalami luka tembak pada bagian pahanya.


Kemudian petugas piket Brimob melakukan pengecekan kedalam pos piket 3 (pintu keluar) ditemukan Aiptu Martua Sigalingging, petugas piket Yanma dalam keadaan telah meninggal dunia. Di tubuhnya terdapat luka tusuk di bagian leher.  (nin/pjs/iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore