Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Juni 2017 | 10.30 WIB

Demi Lebaran di Kampung Halaman, Pemudik Rela Sahur di Pelabuhan

Pemudik yang menggunakan Kapal Kelud tujuan Belawan, Medan saat memasuki pintu keberangkatan Pelabuhan Batuampar, Jumat (23/6). - Image

Pemudik yang menggunakan Kapal Kelud tujuan Belawan, Medan saat memasuki pintu keberangkatan Pelabuhan Batuampar, Jumat (23/6).

JawaPos.com - Berkumpul dengan sanak keluarga dan handai taulan di kampung halaman memang menjadi impian bagi setiap umat muslim yang akan merayakan Idul Fitri.


Bagi para perantau pun rela menyiapkan berbagai keperluan mudik agar mimpi itu bisa tercapai di hari nan fitri. Mulai membeli tiket pesawat, kapal laut, atau bus. Bahkan bagi yang memiliki kendaraan pribadi pun rela menjajal mobil untuk bisa sampai di kampung halaman.


Tak jauh berbeda suasana seperti ini terdapat di Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS), Batam. Ketika kapal akan berlayar sangat pagi, para pemudik memilih untuk bermalam di pelabuhan. Bahkan untuk sahur pun mereka lakukan  di jalan. Semua itu dilakukan supaya tidak ketinggalan kapal.


Sebagaimana yang dituturkan Arman. Warga Batuaji ini memilih sahur di PDS untuk menghidari kemacetan, dan ketinggalan kapal. "Kapal jam 06.00 WIB, takut ketiduran, jam 02.00 WIB saya udah jalan dari kosan," kata dia seperti dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Sabtu (24/6).


Bagi Arman, sahur di pelabuhan bukanlah hal baru. Dia sudah dua tahun belakangan cara itu dilakukannya. Namun berbeda dengan tahun lalu, karena pelabuhan yang sekarang jauh lebih besar dan nyaman. "Dulu sempit-sempitan nunggu, sekarang jauh lebih nyaman karena ruang tunggunya cukup besar," ujarnya.


Pantauan Batam Pos (Jawa Pos Group), di PDS terdapat antrean penumpang mulai yang sudah mengular sejak pukul 05.30 WIB. Tidak sedikit calon pemudik yang memilih lesehan beristirahat di ruang tunggu hingga menunggu jadwal keberangkatan.


Kepadatan penumpang sudah terlihat sejak subuh. Antrean ratusan penumpang tujuan Dumai jelang waktu keberangkatan semakin terasa, karena satu- persatu calon penumpang kapal tujuan lain mulai berdatangan.


Selain antrean penumpang yang menunggu keberangkatan, antrean kendaraan menuju PDS juga terjadi. Jejearan mobil yang hampir satu kilometer ini membuat kemacetan terjadi hingga pintu masuk PDS. Petugas juga terlihat sibuk mengatur jalannya arus lalu lintas.


Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PDS, Deni Setiawan mengatakan kemacetan ini tidak bisa dihindari, hal ini disebabkan semakin meningkatnya jumlah pemudik.


"Kita berusaha mengatur bagaimana mengurai kemacetan. Kita juga sudah standbye dari sahur di PDS untuk mengatur arus lalu lintas, namun tidak bisa dipungkiri mobil pengantar pemudik sangat banyak, sehingga kemacetan tidak bisa dihindari," terang Deni.


Sementara itu, Kelapa Syahbandar PDS, Deni Wahyudi mengatakan pihaknya mengutamakan bagaimana pemudik bisa berangkat sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Khusus kapal yang berangkat di bawah pukul 08.00 WIB, pihaknya menyiapkan dua pintu keberangkatan, hal ini upaya menghindari desakan penumpang," kata dia.


Lebih dari delapan ribu pemudik diperkirakan akan meninggalkan Batam, Jumat (23/6). "Dari kemarin sudah mulai ramai, puncak arus mudik diperkirakan akan berlangsung hingga, Sabtu (24,6)," tutup Deni. (cr17/iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore