Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Juni 2017 | 08.50 WIB

Tinggalkan Surat Wasiat  Ingin Berjihad, Aziz Diamankan Polisi

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Muhammad Al Aziz Mustafa (18 tahun) pelajar kelas XII MAN I Mataram yang kabur dari rumah dan meninggalkan surat wasiat untuk berjihad akhirnya ditemukan.


Aziz  ditemukan setelah dua hari berada di Masjid Al Multazam BTN BSA I Dusun Belencong Desa Midang Kecamatan Gunung Sari Lombok Barat.  "Tadi ditemukan pertugas di salah satu Masjid di daerah Belencong sekitar pukul 11.30 Wita,"   ujar Kapolres Mataram AKBP Muhammad sebagaimana dilansir Radar Lombok (Jawa Pos Group), Sabtu (24/6).


Sebelumnya,  Azis dikabarkan meninggalkan rumahnya yang beralamat di Blok H No 2 BTN Puncang Dususn Puncang Desa Sandik Kecamatan Batu Layar Lombok Barat  Senin (19/6) sekitar pukul 06.00 Wita. Sebelum pergi, ia meninggalkan surat wasiat untuk pergi berjihad. Setelah mengetahui anaknya meninggalkan rumah, orangtuanya  melapor ke Polsek Senggigi mengenai orang hilang.


Kapolres  menepis informasi mengenai adanya barang bukti berupa bahan peledak yang dibawa oleh Aziz pada saat kabur dari rumah. Karena sebelumnya, Aziz disebut-sebut meninggalkan rumah sambil membawa bahan peledak. 


"Tidak ada bahan peledak. Itu masih kita dalami karena ada informasi saja. Ini kan karena dia buka-buka website seperti itu. Makanya kita dalami, barang bukti seperti yang disebutkan itu tidak ada,"  kata mantan Kapolres Sumbawa ini.


Selanjutnya,  isi surat dari Aziz yang mengaku akan pergi berjihad. Perwira melati dua ini mengatakan, tujuan dari Aziz berjihad karena sangat membenci orang-orang yang jahat. Seperti yang terlibat narkoba dan  suka tawuran. 


"Dia tidak senang dengan hal seperti itu. Jadi jihad dia sebatas seperti itu. Kalau ada yang berantem dia ingin membubarkan,"  jelasnya.


Aziz sendiri saat ini masih dilakukan pemeriksaan oleh Sat Intelkam Polres Mataram. Kapolres juga menepis kabar Densus 88 ikut menyelidiki kaburnya Aziz ini. Aziz juga dipastikan koperatif saat dimintai keterangan oleh petugas. 


"Masih dikita saja, karena kebetulan laporannya di Polsek Senggigi di wilayah hukum Polres Lombok Barat. Kita koordinasi dengan Polsek Senggigi,".


Aziz  akan dikembalikan kepada pihak orang tua. Namun, sebelum itu kepolisian juga akan menghadirkan psikolog untuk melakukan pemeriksaan terhadap Aziz. "Kita akan panggil orangtuanya dan psikolog. Ini kan anak sebenarnya cerdas. Cuma mungkin nanti dari kaca mata psikolog bagaimana mendalaminya,"  katanya.


Dari hasil introgasi sementara yang dilakukan petugas, Aziz selama ini hanya menerima informasi dari video yang ditonton di internet. Sehingga dipastikan tidak ada pihak lain yang mempengaruhi Aziz. 


"Tidak ada, jadi dia ini hanya buka-buka internet saja. Tidak ada dari pengaruh luar. Pengakuan dia katanya dari perasaan dan belajar dari internet tentang salah satunya membuat bom asap. Katanya untuk melerai orang yang berantem. Anak-anak yang berantem kata dia akan diberikan bom asap. Jadi dia ini hanya orang hilang saja. Belum termasuk melakukan tindak pidana,"  tandasnya.(gal/cr-met/cr-rie/nas/JPG)







Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore