
Ilustrasi
JawaPos.com - Langkah residivis kelas kakap Yulianto yang dikenal dengan nama Yanto Lebar akhirnya terhenti di tangan tim Jatanras Polresta Pontianak. Sebelumnya dia empat kali keluar masuk penjara.
Yanto Lebar menghembuskan napas terakhir saat dibawa tim Jatanras ke Rumah Sakit Dokkes Polda Kalbar usai dilumpuhkan dengan tembakan, Rabu (21/6).
Dia beraksi di lima tempat kejadian perkara (TKP). Kasus pertama, Curanmor, kedua kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) di Jalan Martadinata, Curanmor di indekos Melati Jalan Dr. Wahidin, pencurian di Jalan Adisucipto dan terkahir pencurian di Jalan Nusa Indah III parkiran basement Hotel Kini.
Keberadaan Yanto Lebar terungkap, berawal dari nyanyian penadah bernama Hasbi, Budiman dan Herman. Ketiganya diringkus tim Jatanras Polresta Pontianak. Ketiganya mengaku mendapatkan sepeda motor dari Yanto Lebar.
Tim Jatanras melakukan penyelidikan dan akhirnya mengetahui keberadaan Yanto Lebar. Tersangka ditangkap security Kampus STIE Kecamatan Pontianak Timur, lantaran ketangkap tangan hendak mencuri di perumahan warga.
“Saat itu kita langsung berkoordinasi dengan Polsek Timur. Kemudian Yanto Lebar diinterogasi, guna dilakukan pengembangan kasus,” kata Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Muhammad Husni Ramli saat ditemui di Dokkes Polda Kalbar dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Sabtu (24/6).
Kompol Husni mengatakan, cukup lama jajarannya mengejar Yanto Lebar. Namun dia selalu berhasil lolos dari kejaran petugas. “Yang bersangkutan adalah DPO kita dan sudah beberapa kali keluar masuk penjara,” bebernya.
Usai menginterogasi Yanto Lebar, tim Jatanras langsung membawanya menunjukan TKP tindak kejahatan yang dilakukannya. Saat itu Yanto Lebar tangannya dalam keadaan terborgol di belakang badannya. Ketika disuruh turun dari mobil dan menunjukan TKP, Yanto Lebar berhasil memanfaatkan kelengahan petugas. “Dia melarikan diri dari petugas dalam keadaan tangan terborgol,” jelas Kasat Reskrim.
Kompol Husni menjelaskan, petugas dengan sigap melakukan pengejaran sambil memberikan tembakan peringatan. Namun Yanto Lebar tidak mengindahkan tembakan peringatan itu, malah semakin cepat berlari.
“Karena terus melarikan diri, saat itu kondisi di lapangan juga gelap, akhirnya petugas terpaksa mengarahkan tembakan ke kaki Yanto Lebar,” ungkapnya.
Setelah tertembak, tim Jatanras langsung melakukan penyisiran dan menemukan Yanto dalam keadaan tengkurap. Setelah dicek, ternyata tembakan mengenai punggung dan kaki kanannya. “Saat itu kita cepat membawa tersangka ke Dokkes Polda Kalbar. Namun dalam perjalanan tersangka meninggal dunia,” tegasnya.
Jenazah Yanto Lebar disemayamkan di Dokkes Polda Kalbar. Setelah itu menyerahkan jenazahnya kepada pihak keluarga. “Dari tangannya kita menyita barang bukti dua unit sepeda motor dan satu unit laptop,” jelas Kompol Husni. (zrn/fab/JPG)

Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Daftar Pemain Kanada dan Bosnia Herzegovina di Grup B Piala Dunia 2026
