
Kapolretabes Surabaya Kombespol M. Iqbal saat merilisi hasil ungkap kejahatan tersebut di Mapolsek Karang Pilang, Kamis (22/6).
JawaPos.com - Tim Anti Bandit Polsek Karang Pilang Surabaya membongkar penggelapan dan penadah motor bermodus ekspedisi. Sebuah ekspedisi yang berlokasi di Jalan Demak Timur, Surabaya mengirim motor tanpa surat-surat resmi ke Bima, Nusa Tenggara Barat. Sejak beroperasi Januari lalu, sudah ada 390 unit motor bodong dikirim ke sana.
"Sementara ini kami masih mengamankan 13 motor yang siap dikirim pada saat kami datangi TKP. Selanjutnya, kasus ini akan kami kembangkan," jelas Kapolretabes Surabaya Kombespol M. Iqbal saat merilisi hasil ungkap kejahatan tersebut di Mapolsek Karang Pilang, Kamis (22/6).
Terbongkarnya pengiriman motor bodong ini berawal saat polisi mendapat informasi adanya pelaku curanmor. Mereka kemudian beraksi dan berhasil menangkap pelakunya. Setelah diinterogasi, pelaku mengaku hendak menjual motor tersebut ke kantor ekspedisi yang ada di kawasan Demak.
Setelah itu, korps berseragam cokelat menyelidiki kantor ekspedisi yang dimaksud oleh pelaku curanmor. Mereka mengantongi identitias pemilik kantor jasa pengiriman barang tersebut. Yakni atas nama Anwar Nurdin.
Polisi lantas menggeledah kantor tersebut. Hasilnya, ada 13 motor yang siap kirim. Saat polisi meminta resi pengiriman, Anwar bisa menunjukkan. Namun ketika ditanya surat-surat kelengkapan kendaraan tersebut, Anwar tak mampu beralasan. Dia mengakui bahwa yang dikirimnya adalah motor gelap. "Motor-motor itu diangkut dengan jalur darat. Memakai truk Fuso bernopol DK 939l FD," imbuh Iqbal.
Selain membekuk Anwar, polisi juga meringkus Bimat dan Rahmat Sutiyo. Keduanya adalah orang yang menjual motor tersebut. "Ini masih dua orang. Kami menduga ada beberapa pelaku lain yang selama ini biasa mengirim motor ke pemilik ekspedisi," tutur mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya tersebut.
Berdasar pengakuan tersangka Anwar Nurdin, dirinya sudah beroprasi sejak Januari 2017. Selama enam bulan sudah ada 390 motor yang sudah dikirim. Dia membeli motor bodong dengan harga murah dan mengirim ke Bima, NTB sejak Januari 2017. Dia sudah mengirimkan motor bodong tanpa BPKB, STNK atau surat-surat lainnya ke Bima sebanyak 390 motor dalam kirun sekitar 6 bulan. "Satu minggu bisa dua kali kirim. Sekali kirim antara 13-15 motor," beber Anwar kepada polisi.
Selain mengamankan tiga tersangka dan 13 motor bodong, polisi juga menyita beberapa plat nomor kendaraan motor, 13 kunci motor, STNK, puluhan spion dan bukti resi pengiriman. Polisi bakal menjerat para tersangka dengan pasal 378 dan 372 atau 430 KUHP. (did/JPG)

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
