Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Juni 2017 | 05.18 WIB

Duh, Harga Daging Sapi Merangkak Naik

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Masyarakat mulai resah. Penyebabnya lantaran harga komoditi daging sapi mulai merangkak naik di sejumlah pasar tradisional di Provinsi Kalbar. Bahkan, diprediksi harga daging akan terus meroket menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah. 


“Sebagai wakil rakyat, saya senantiasa melakukan pemantauan terhadap harga jual daging sapi di sejumlah pasar tradisional di kawasan Kota Pontianak. Saya harap kenaikan harga tidak terlalu melonjak signifikan sehingga akan memberatkan masyarakat yang akan merayakan Lebaran. Pemerintah Provinsi Kalbar harus terus memantau perkembangan harga daging di pasaran,” tegas Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalbar, Ikhwani A Rahim di Gedung DPRD Provinsi Kalbar, Rabu (21/6).


Wakil rakyat asal Dapil Kota Pontianak ini menegaskan, Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Kalbar, serta Pemerintah Kabupaten/Kota perlu bersinergi dalam mengantisipasi ihwal meroketnya harga daging di pasaran.


“Pemerintah harus tahu penyebabnya apa, serta bagaimana cara mengatasinya. Karena kondisi tersebut harus segera diantisipasi sehingga tidak memberatkan masyarakat,” ulasnya.


Tak hanya itu, legislator Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengimbau, masyarakat agar senantiasa jeli dalam membeli daging sapi untuk memenuhi kebutuhan Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah.


“Yang jelas hanya ada beberapa negara saja yang dagingnya masuk ke Indonesia. Yang jelas kalau masuknya daging dari Malaysia itu tidak boleh. Jelas itu legal," ucap Ikhwani.


Bersamaan itu, Ikhwani mengharapkan aparat penegak hukum agar meningkatkan kewaspadaan sekaligus pengawasan terhadap peredaran daging illegal di Kalbar.


“Apabila terbukti ada yang memasukan daging illegal di Kalbar maka siapapun yang terlibat harus dihukum secara tegas. Sesuai dengan aturan hukum yang berlaku di republik ini,” ujar Ikhwani A Rahim.


Bahkan, mantan aktivis mahasiswa ini berpendapat, peredaran daging illegal tentu mengancam kesehatan masyarakat. “Karena daging illegal tidak diketahui apakah sehat untuk dikonsumsi masyarakat atau sebaliknya,” paparnya. (Zainudin/Andry Soe/fab/JPG)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore