Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Juni 2017 | 03.04 WIB

Pelajaran dari Simulasi, Tidak Bisa Selamat Segera Tinggal

PRAKTIK LAPANGAN : Perawat dan dokter RS Semen Gresik mengevakuasi korban kecelakaan di simulasi yang digelar Rabu (21/6) di Wisma Jenderal Ahmad Yani Jalan Veteran, Gresik. - Image

PRAKTIK LAPANGAN : Perawat dan dokter RS Semen Gresik mengevakuasi korban kecelakaan di simulasi yang digelar Rabu (21/6) di Wisma Jenderal Ahmad Yani Jalan Veteran, Gresik.

JawaPos.com – Mobil Suzuki Ertiga melaju tanpa kendali. Pengemudi motor di depan mobil terseruduk hingga jatuh. Orang yang sedang duduk di sebuah warung pun ditabrak. Korban berjatuhan. Total ada empat korban kecelakaan akibat kelalaian pengemudi mobil. Satu orang meninggal di tempat. Tiga lainnya terluka parah.


Tidak lama, ambulans datang. Dokter dan perawat langsung mengevakuasi korban kecelakaan. Mereka memeriksa orang yang tergeletak di depan mobil.


Kemudian, perawat dan dokter mengevakuasi pengemudi mobil yang tidak sadarkan diri. Korban lain yang terluka hanya diperban untuk menghentikan pendarahan. ”Tenaga kesehatan harus bisa melihat mana yang harus diprioritaskan,” ujar Kepala IGD RS Semen Gresik dr Tolip Bahasuan saat mendampingi para perawat dan dokter dalam simulasi penanganan korban kecelakaan di Wisma Jenderal Ahmad Yani, Jalan Veteran, Rabu (21/6).


Menurut Tolip, penanganan kasus kecelakaan tidak hanya melalui teori. Harus praktik di lapangan untuk mengetahui kondisi korban sebelum melakukan evakuasi. ”Dokter dan perawat harus berani menentukan. Yang tidak bisa diselamatkan segera ditinggal,” ucapnya.


Dalam simulasi tersebut, yang pertama diperiksa adalah orang yang tergeletak di depan mobil. Diskenariokan, napas korban sudah tersengal-sengal. Setelah dipastikan, korban ternyata tidak bisa diselamatkan dan meninggal di tempat.



Perawat dan dokter bergegas menuju pengemudi mobil yang tidak sadarkan diri. Meski ada korban luka parah yang mengalami pendarahan, tenaga kesehatan tetap diarahkan pada pengemudi mobil. ”Kondisinya sudah kritis. Tulang lehernya retak. Harus lebih diprioritaskan,” ujarnya. (adi/c7/dio)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore