Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Juni 2017 | 21.06 WIB

Demi Pengabdian, Bhayangkara Ini Rela Kehilangan Anggota Tubuhnya

Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin menyerahkan bantuan kaki palsu kepada Bripka Dwiniyarto Prasetyo. - Image

Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin menyerahkan bantuan kaki palsu kepada Bripka Dwiniyarto Prasetyo.

JawaPos.com - Menjadi abdi negara membutuhkan totalitas dalam bertugas. Tak jarang dalam totalitas itu harus mengorbankan jiwa dan raga. Seperti itulah yang dialami Kopral Satu (purn) Joko Sumartono dan Bripka Dwiniyarto Prasetyo.

Anggota dan purnawiran polisi rela kehilangan salah satu kakinya saat menjalani tugas. Kondisi yang dialami dua orang prajurit ini menyentuh hati Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Machfud Arifin.

Irjen Machfud Arifin menyerahkan bantuan kaki palsu kepada Koptu (purn) Joko Sumartono dan Bripka Dwiniyarto Prasetyo pada Kamis pagi (22/6).

Dia mengatakan, kedua orang tersebut adalah contoh polisi yang total mengabdi pada institusi dan masyarakat. Mereka rela, kehilangan anggota tubuh demi tugas.

"Saya memang beri atensi pada anggota maupun pensiunan polisi yang seperti ini. Kami bantu, karena totalitas mereka dalam pekerjaan," terang Machfud di Gedung Tribrata Mapolda Jatim.

Jenderal asal Ketintang Surabaya itu melanjutkan, Koptu (purn) Joko Sumartono kehilangan kaki kirinya saat bertugas di Timor Timur tahun 1976. Kakinya menginjak ranjau.

Sedangkan Bripka Dwiniyarto Prasetyo, terlibat kecelakaan saat pulang bertugas dari Mapolsek Gayungan, Desember 2010. Dia menjadi korban tabrak lari.

"Kami pesan kaki palsu ini di Solo lewat agen distributornya yang ada di Sidoarjo. Saya sudah instruksikan kepada Kabiddokkes agar mencari polisi-polisi yang seperti ini. Kami bantu agar mereka tetap bisa menjalankan tugasnya," tutur alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1986 tersebut.

Secara terpisah Koptu Joko Sumartono mengaku bahagia mendapatkan bantuan kaki palsu tersebut. Sebelumnya, dia sudah 2 kali mendapat bantuan serupa dari institusinya. Gara-gara tugas negara di Timor-timur itu, dia harus pensiun dini. "Yang ini lebih fleksibel. Saya bisa bebas bergerak," katanya.

Senada dengan Joko, Bripka Dwiniyarto Prasetyo juga berterima kasih terhadap bantuan langsung dari Kapolda. Dia sedikit menceritakan kecelakaan yang menimpanya tujuh tahun silam. "Saya sempat frustasi waktu itu. Apalagi waktu itu pengobatan saya tanggung sendiri," ucapnya.

Dwiniyarto tak ingat betul bagaimana kecelakaan itu terjadi. Tahu-tahu dia ditabrak truk dan tak sadarkan diri. Saat bangun, dia sudah melihat kaki kirinya hilang.

Menurutnya, perhatian pimpinan menjadi motivasi tersendiri. Artinya, dia masih mendapat kepercayaan. Hal itu penting lantaran dia bisa terus fokus bekerja sebagai aparat penegak hukum. (did/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore