Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Juni 2017 | 07.35 WIB

Cek Penumpang Telantar, Petugas Malah Temukan Pungli Toliet Mahal

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - PT Pelni (Persero) Cabang Balikpapan memastikan jika 23 orang yang seminggu menginap di Pelabuhan Semayang bukan penumpang telantar. Mengingat sejak awal kedatangan mereka tidak memiliki tiket kapal.


“Kalau penumpang telantar adalah mereka yang memiliki tiket tetapi tidak bisa berangkat akibat sebuah kondisi kapal tidak bisa berangkat. Sementara ke 23 orang tersebut tidak memiliki tiket sejak kedatangan mereka di pelabuhan," sebut Kepala Cabang PT Pelni (Persero) Balikpapan, Firman Rachimin kepada media ini kemarin (20/6).


Tetapi, sebutnya, Pelni akan berusaha membantu keberangkatan ke 23 orang tersebut. Caranya dengan memprioritaskan adanya pengembalian tiket dari penumpang kapal ke tujuan mereka. Tetapi pihaknya tidak bisa memastikan apakah semua orang yang disebut telantar itu bisa berlayar ke kampung halamannya.


“Kami tetap akan membantu mereka. Karena untuk diketahui hingga H-1 Lebaran, tiket kapal Pelni dengan tujuan ke wilayah timur Indonesia dari keberangkatan Pelabuhan Semayang sudah habis terjual. Sementara untuk tujuan Surabaya yang terjual habis hingga 23 Juni nanti," ujarnya.


Firman menyatakan kejadian ini sudah biasa terjadi setiap tahun. Dimana calon pemudik tidak mempersiapkan segala sesuatu. Seperti mengatur jadwal dan memesan tiket jauh hari sebelum keberangkatan.


“Pelni sudah melakukan  pelayanan maksimal dan sesuai dengan fungsinya. Termasuk memudahkan penjualan tiket kapal secara online ataupun melalui gerai swalayan yang tersebar di Balikpapan. Bahkan bisa lewat ATM," sebutnya. 


Terpisah, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Semayang Kompol Wayan Sarna menyebut, dalam realisasinya, dari 23 orang akan diberangkatkan, tersisa tujuh orang yang nasibnya masih terkatung-katung. Mereka rata-rata merupakan penumpang dengan tujuan Parepare, Makassar, dan Baubau (Sulawesi Tenggara).


“Sebagian besar sudah bisa ditangani dan dibantu dari Pelni. Tetapi masih ada tujuh orang yang belum jelas kapan bisa diberangkatkan," kata Wayan.


Dalam sidak kemarin di Pelabuhan Semayang, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi juga memerintahkan kepada kepolisian agar siaga 24 jam menyusul adanya pungutan liar terhadap penumpang yang menggunakan fasilitas toilet. Setiap penumpang yang ingin buang air kecil di area pelabuhan dimintai tarif sebesar Rp 10 ribu.


“Kita ingin ada kenyamanan bagi saudara-saudara kita yang mudik. Jadi jangan dipalak atau pungli, jangan dikerjain. Mereka sudah tersiksa karena berhari hari (di pelabuhan). Pelindo, KSOP, Polres dan operator kapal bisa membantu,” ungkapnya. (*/rdh/*/ane/riz/k18/fab/JPG)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore