Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Juni 2017 | 08.30 WIB

Bau Amis Menyengat!  Saat Polisi Membongkar Gudang, Nih Isinya...

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Bagi yang berbelanja daging jelang lebaran, sudah saatnya waspada. Tim Satgas Pangan, dari Subdit I Ditreskrimsus Polda Jambi, Dinas Peternakan Rumah Potong Hewan Kota Jambi, dan Satpol PP Kota Jambi. mengamankan 1,9 ton daging babi siap jual.


Tim menggerebek tempat penyimpanan daging babi itu, di Jalan Lingkar Barat, Kecamatan Kotabaru, sekira pukul 09.30. Saat didatangi, tak ada satu orang pun di tempat tersebut.


Bau amis sudah menyengat, begitu tim tiba di lokasi. Di luar, air berwarna merah yang diduga darah, masih terlihat. Hanya ada satu bangunan. Di dalam bangunan yang terbuat dari kayu itu, cuma terdiri dari dua ruangan.


Satu ruangan berukuran 2 x 2 meter, ada satu karpet, dan satu unit televisi. Sementara di ruangan lainnya yang merupakan ruangan utama, ada satu set meja berisi peralatan makan dan masak.


Di ruangan itu juga, tim menemukan sekira enam mesin pendingin ukuran besar. Begitu dibuka, ternyata isinya ratusan potong daging babi. Ada yang dibungkus plastik, ada juga yang tidak. Baunya sudah tidak enak lagi. Warna daging pun sudah merah kehitam-hitaman.


Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Jambi AKBP Guntur Saputro, yang memimpin operasi ini mengatakan, tempat itu menyalahi izin.  “Cuma ada SIUP jual hewan ternak,” kata dia sebagaimana dilansir Jambi Independent (Jawa Pos Group), Kamis (22/6).


Dia melanjutkan, pihaknya mendatangi lokasi setelah mendapat informasi masyarakat. Kata dia, ada laporan bahwa tempat itu sering dijadikan tempat transaksi daging babi.


Tim Satgas Pangan tak ingin tempat tak berizin seperti itu, disalahgunakan. Ini juga untuk menghindari adanya tindakan tak bertanggungjawab. “Kita menghindari nanti ada daging-daging yang dicampur daging babi,” kata dia. 


Terpisah Kepala UPTD RPH kota Jambi Fianti mengatakan, tempat yang dimiliki oleh seorang pria bernama Parapat ini, pernah digerebek tahun lalu. Menurut dia, daging babi ini kebanyakan diedarkan ke Pulau Jawa, seperti Tangerang, Bekasi dan Bogor.


Tak lama kemudian, penjaga tempat tersebut datang. Setelah menandatangani berita acara, daging babi tersebut diangkut ke dalam dua unit mobil. Satu unit mobil patroli Polsek Kotabaru, dan satu lagi mobil Carry dari Dinas Peternakan.


Daging itu langsung dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talang Duku. “Kita buatkan lubang. Kemudian kita berikan larutan khusus. Baru kita timbun,” kata Fianti.(rib/nas/JPG)

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore