
Anggota Batalyon Raider Khusus 644/Wls melaksanakan latihan pemeliharaan raider di Komplek Pasar Inpres Kecamatan Putussibau Utara, Senin (19/6) sekitar pukul 21.00.
JawaPos.com - Sebanyak 570 anggota Batalyon Infanteri Raider Khusus 644 Walet Sakti melaksanakan latihan pemeliharaan raider. Program ini bertujuan untuk memelihara kemampuan masing-masing prajurit.
Komandan Batalyon (Danyon) Inf. Raider Khusus 644/Wls Letkol Inf. Gede Setiawan mengatakan, pemeliharaan latihan prajurit sangat dibutuhkan untuk menjaga kemampuan yang telah dimiliki.
“Ada pun materi dalam latihan tersebut di antaranya TPRAG (Taktik Pertempuran Regu Anti Gerilya) Raid, patroli-patroli, dan ada juga mengenai masalah PKP (Pendaratan Kaki Pantai),” terangnya saat meninjau prajuritnya latihan di beberapa titik wilayah Putussibau, dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Rabu (21/6).
Dikatakan Danyon, dari 570 personel dibagi dalam 3 SSK. Begitu pula dengan tahapan latihan, juga dibagi menjadi tiga. Mulai dari tahapan basis, gunung hutan dan rawa laut. Hanya saja karena tidak ada laut, maka memanfaatkan sungai-sungai.
“Untuk hutan gunung kita pilih di daerah Hulu Tubuk, Kecamatan Kalis, kemudian untuk rawa laut daerah Putussibau komplek Sibau Hilir dan Sibau Hulu dan sekitarnya,” terang Danyon.
Dijelaskannya, latihan dilaksanakan selama 14 hari. Beberapa materi yang diberikan harus dikuasai secara perorangan. Ini menjadi modal untuk memupuk kekompakan tim. “Tim harus solid, tidak harus ada kata lain, kalau perintah satu, harus satu,” tegasnya.
Setelah latihan dan penilaian selesai, maka dilanjutkan dengan evaluasi untuk melanjutkan ke latihan berikutnya. Mengingat Desember, pihaknya akan melaksanakan latihan pemantapan. “Latihan pemantapan nanti akan lebih besar momennya dari yang sekarang,” pungkasnya.
Program latihan ini baru pertama kali dilaksanakan di Putussibau. Kemungkinan pada latihan pemantapan pada Desember nanti letusan akan lebih ramai. “Jadi ini latihan perorangan untuk menyongsong latihan pemantapan,” jelasnya.
Latihan akan dilaksanakan rutin setiap tahun. Semua prajurit akan mendapatkan giliran. Ditegaskannya, dalam setiap kegiatan tetap ada reward dan punishment.
“Kalau yang tidak sesuai prosedur akan diberikan punishment bisa berupa teguran atau sanksi fisik. Itu tergantung seni pelatih yang akan memberi punishment. Kalau reward berupa kesejahteraan untuk istirahat,” ungkap Danyon. (dre/fab/JPG)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
