Minggu, 23 Jul 2017
JPG Today

Ini Klarifikasi Presidium Gusdurian Jawa Timur, Terkait Pencalonan Chofifah untuk Gubernur Jatim

Rabu, 21 Jun 2017 18:20 | editor : Soejatmiko

Ilustrasi

Ilustrasi (Istimewa)

JawaPos.com -Beredarnya kabar di sejumlah media yang memberitakan bahwa Gusdurian Madura akan mendukung Khofifah Indarparawansa untuk maju di Pilgub Jawa Timur, dengan mengatasnamakan Gusdurian Madura, maka presidium jaringan Gusdurian Jawa Timur pun menegaskan bahwa Gusdurian tak terlibat politik praktis.

Press release presidium Gusdurian Jawa Timur yang diterima JawaPos.com, Rabu (21/6) menegaskan, sampai saat ini belum pernah dibentuk komunitas bernama Gusdurian Madura. Yang terbentuk hanyalah jaringan Gusdurian di Kabupaten Sampang dan Sumenep. ''Tidak ada perwakilan Gusdurian Madura maupun Pamekasan pada rapat koordinasi nasional jaringan Gusdurian terakhir,'' kata A'ak Abdullah Al-Kudus, salah satu pengurus Presidium Gusdurian Jawa Timur.

Pernyataan yang ditandatangani Presidum Jawa Timur,  Kristanto Budiprabowo, Muhammad Iqbal, dan A'ak Abdullah Al-Kudus itu terkait sosok yang bernama Ra Fudoli  yang mengaku dirinya sebagai ketua Gusdurian Madura dan menyatakan bahwa Gusdurian Madura akan mendukung Khofifah Indarparawansa untuk maju di Pilgub Jawa Timur. Peristiwa tersebut berlangsung pada hari minggu 18 Juni 2017 saat  penyaluran bansos Program Keluarga Harapan (PKH) non tunai di Pendopo Kabupaten Sampang.

Lebih jauh dikatakan, dalam daftar di Seknas Jaringan Gusdurian, tidak ada nama Ra Fudoli sebagai pengurus di Jaringan Gusdurian, dan kami menolak klaim sepihak yang kami duga adalah untuk menarik simpati dari Ibu Khofifah Indarparawansa maupun dari publik. Jaringan Gusdurian adalah arena sinergi bagi para gusdurian (murid, penerus, pengagum pemikiran dan perjuangan Gus Dur) di ranah kultural dan non politik praktis.

Dengan semakin berkembangnya jaringan murid-murid Gus Dur, banyak yang mengaku dan mengatasnamakan komunitas Gusdurian untuk mendukung calon ini atau tokoh itu. Melalui release ini kami tegaskan bahwa Seknas Gusdurian teguh pada garis non politik praktis dan tidak pernah menyatakan dukungan kepada calon tertentu di setiap pilkada.

Diakui Gus Aak, menjelang pilkada, akan selalu hadir Gusdurian musiman, yaitu gusdurian yang hanya muncul untuk kepentingan kekuasaan dengan mendukung calon tertentu. Pada umumnya, mereka bukanlah orang-orang yang secara konsisten merawat warisan perjuangan Gus Dur dalam pendampingan rakyat. Para Gusdurian musiman ini bertujuan khusus yaitu mengkapitalisasi Gus Dur untuk kepentingan pilkada sesaat. ''Koordinator Jaringan Gusdurian AlissaWahid tidak pernah dan tidak akan pernah menyatakan dukungan politik ke tokoh tertentu, karena hal itu sudah keluar dari tujuan besar Jaringan Gusdurian Indonesia,'' tegasnya.

Untuk itulah, lanjut Lelaki yang juga Ketua Yayasan Laskar Hijau Lumajang ini, apabila ada pihak yang mengatasnamakan Gusdurian mendukung tokoh atau calon tertentu dalam pilkada, bisa dipastikan mereka bukan bagian dari Jaringan Gusdurian Indonesia. ''Dengan demikian, mereka tidak berhak mengatasnamakan Jaringan Gusdurian, Seknas Gusdurian, maupun Alissa Wahid selaku Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian,'' pungkasnya.(mik/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia