Senin, 24 Jul 2017
JPG Today

Geger! Empat Napi Asing Lapas Kerobokan Kabur Lewat Gorong-gorong

Selasa, 20 Jun 2017 01:10 | editor : Mochamad Nur

Gorong-gorong yang digunakan 4 napi asing untuk kabur dari Lapas Kerobokan Bali

Gorong-gorong yang digunakan 4 napi asing untuk kabur dari Lapas Kerobokan Bali (Polsek Kuta Utara for Bali Express/JPG)

JawaPos.com - Kasus kaburnya tahanan kembali terjadi, Kali ini,  empat tahanan asing dari Lapas klas II A Denpasar di Kerobokan berhasil meloloskan diri dengan cara menggali terowongan dari dalam lapas hingga ke luar lapas.

Keempat tahanan ini, yakni Shaun Edward Davidson (Australia), Dimitar Nikolov Iliev (Bulgaria), Sayed Mohammed Said (India), dan Tee Kok King Bin Tee Kim Sai (Malaysia). Pelarian mereka  baru diketahui pada pukul 08.00 Wita, saat pengecekan apel pagi. 

Lubang yang digunakan 4 napi asing untuk melarikan diri dari Lapas Kerobokan, Bali

Lubang yang digunakan 4 napi asing untuk melarikan diri dari Lapas Kerobokan, Bali (Agung Bayu/Bali Express/JPG)

"Pada saat serah terima jaga saat itu dalam kondisi hujan. Pada saat pengapelan di blok Bedugul, tempat blok binaan berkewarganegaraan asing,  ternyata empat orang warga binaan tidak ada di dalam bloknya,” terang Kepala Lapas Kerobokan Tonny Nainggolan sebagaimana dilansir  Bali Express (Jawa Pos Group), Selasa (20/6).

Mengetahui kondisi tersebut, para petugas melakukan penyisiran lokasi sekitar, termasuk areal sekitar tembok dengan harapan akan menemukan jejak keempatnya. Salah satu petugas secara tidak sengaja akhirnya menemukan tutup yang diduga septictank. Namun, setelah dibuka ternyata lubang tersebut gorong-gorong yang diduga bekas parit yang diuruk.

“Kami menduga selama ini itu adalah tutup septictank, ternyata bukan. Ternyata tutup kontrol parit yang tembus sampai keluar. Sehingga, diduga empat orang tersebut kabur melalui lubang ini,” tuturnya.

Pihaknya juga menyatakan, tidak ada peralatan  yang ditemukan, hanya ada dua buah ember,  handuk, tempat minum, dan sandal. “Kami telusuri terkait kemungkinan adanya keterlibatan warga binaan lain maupun pegawai Lapas,” imbuhnya.

Keempat tahanan asing yang kabur tersebut,  dua orang merupakan kasus tindak pidana narkotika, seorang merupakan kasus tindak pidana pencucian uang, dan seorang lagi lantaran terkait  kasus keimigrasian. Saat ini tercatat ada  65 orang  warga binaan asing di blok Bedugul tinggal 65 orang. 

Sementara itu, salah satu warga binaan yang menjadi saksi, Aris Noprianto, 30, penghuni blok Bedugul, kamar 14, menjelaskan, pada saat sholat subuh pukul 05.00 Wita, melihat satu orang asing Sayed Mohammaed Said, duduk bengong di kamarnya. 

Dan, pada pukul 06.30 Wita, saksi yang hendak membuang sampah ke tempat sampah yang ada di sebelah blok wanita, saksi melihat Sayed Mohammaed Said ikut di belakangnya. Selanjutnya saksi belok kanan, sedangkan Sayed berbelok ke arah kiri keluar blok. Selanjutnya saksi tidak tahu lagi Sayed pergi kemana.

Dugaan sementara dari hasil penyelidikan, menemukan adanya gorong – gorong tergenang air  di belakang Poliklinik Lapas Klas II A Denpasar, berukuran diameter  50 x 75 sentimeter. Gorong-gorong  diperkirakan sepanjang 15 meter yang tembus kearah Barat menuju Jalan Raya Mertanadi, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kuta Utara. 

Saat dikonfirmasi, Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta  membenarkan adanya empat warga binaan Lapas Kelas II A Denpasar yang melarikan diri.

“Kami masih melakukan penyelidikan  warga binaan yang melarikan diri, saksi-saksi sedang kami ambil keterangannya, termasuk petugas jaga pada saat itu. Kami memberdayakan Bhabinkamtibmas, dan petugas kami masih mencari informasi keberadaan empat warga negara asing warga binaan lapas yang kabur tersebut,” terangnya.(afi/rin/nas/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia