Minggu, 20 Aug 2017
Hukum & Kriminal

Saksi Sebut Kehadiran Akil Mochtar di Buton Atas Perintah Pimpinan

Senin, 19 Jun 2017 23:28 | editor : Muhammad Syadri

Mantan hakim konstitusi Akil Mochtar

Mantan hakim konstitusi Akil Mochtar (doc Jawa Pos.com)

JawaPos.com - Di persidangan kasus suap dengan terdakwa Bupati Buton non aktif Samsu Umar Abdul Samiun kembali digelar di Pengadilan Negeri Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (19/6). Salah satu saksi yang dijadwalkan bersaksi, yakni mantan hakim Mahkamah Konstitusi RI, Akil Mochtar batal hadir.

Sidang itu beragendakan mendengar keterangan saksi-saksi yang dihadirkan oleh jaksa penuntut umum (JPU) yakni Hamdan Zoelva, Kasiano Sidahoru, Saiful Anwar, Ina Zuchria dan Akil Mochtar.

Namun di sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Ibnu Basuki Widodo itu, Akil Mochtar tidak hadir untuk memberikan kesaksiannya. Adapun yang hadir ialah mantan hakim MK Hamdan Zoelva. Di keterangannya, Hamdan menuturkan bahwa keputusan Penghitungan Suara Ulang (PSU) Pilkada Buton diputuskan berdasarkan pleno oleh sembilan hakim. "Putusan itu sesuai dengan hasil pleno yang dihadiri oleh sembilan hakim,” ucap Hamdan di persidangan, Senin (19/6).

Dia menambahkan, selain mengambil keputusan dari sidang pleno, hakim MK juga bisa melakukan voting yang berdasarkan hasil musyawarah dalam panel hakim. “Voting itu sudah biasa dan dalam kasus ini saya dipanelkan dengan Pak Akil Mochtar,” sambungnya.

Dia juga menyebutkan soal kunjungan Akil ke Kabupaten Buton untuk memantau langsung PSU Pilkada Buton, Hamdan Zoelva akui tidak mengetahui bila itu berdasarkan perintah dari pimpinan MK. “Menurut pak Akil, dia disuruh oleh pimpinan untuk memantau langsung ke Buton, tapi saya tidak mengetahui kebenarannya,” kata dia.

Sementara saksi lainnya yakni Kasiano Sidahoru menyebut bila kunjungan Akil Mochtar ke Buton itu berdasarkan perintah dari ketua MK. Tak hanya Akil, di kunjungan itu ada juga dua panitera yang ditugaskan untuk mendampingi Akil untuk memantau PSU di Kabupaten Buton.

“Saya tau pak Akil Mochtar ke Buton untuk pantau PSU, dan itu perintah langsung dari pimpinan. Pak Akil didampingi oleh dua panitera MK yakni Kholidin Nasir dan Hani Athani. Dua panitera ini mengganti Saiful Anwar dan Ina Zuchria yang tidak hadir,” paparnya. (elf/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia