Senin, 24 Jul 2017
Humaniora

Datangi Oso, Dirut PLN Jelaskan Pencabutan Subsidi Listrik

Senin, 19 Jun 2017 21:43 | editor : Muhammad Syadri

Dirut PLN Sofyan Basyir saat menemui Oesman Sapta Odang di ruang kerjanya Senin (19/6)

Dirut PLN Sofyan Basyir saat menemui Oesman Sapta Odang di ruang kerjanya Senin (19/6) (Desynta/Jawa Pos.com)

JawaPos.com - Dirut PLN Sofyan Basyir menemui Ketua DPD Oesman Sapta Odang (OSOS) di Kompleks Parlemen, hari ini, Senin (19/6). Dia berbincang mengenai pencabutan subsidi listrik 900 Volt Amper (VA).

Ditegaskannya kepada Oso, tidak ada kenaikan listrik, yang ada adalah pencabutan subsidi listrik oleh pemerintah dari yang tidak berhak kepada yang berhak disubsidi. Malahan kata dia, sejak 2015 sampai sekarang adalah penurunan tarif bagi pelanggan.

"Tarif tidak ada yang naik. Malah dari 2015 sampai sekarang turun. Tolong dilihat kwitansinya pasti turun," jelasnya usai pertemuan tertutup dengan Oso.

Lebih lanjut dia menerangkan, PLN sudah melakukan pendataan ke lapangan bahwa banyak orang yang mendapatkan subsidi tidak layak. Hal tersebut tidak tepat sehingga pemerintah mengambil kebijakan bahwa subsidi masih tetap diberikan kepada yang berhak sekitar 4,3 juta pengguna.

"Jangan sampai orang yang mampu punya mobil dan rumah dengan menggunakan 900 VA, punya dua sampai tiga meteran tetap dibiarkan. Itu tidak tepat berdasar fakta di lapangan, dan kami sudah melakukan pemadanan data ke lokasi rumah-rumah," jelas Sofyan.

Sementara itu, Oso melihat bahwa pencabutan subsidi listrik dari yang tidak berhak kepada yang berhak sudah tepat. "Menurut penjelasan Dirut PLN dari tahun 2015 sampai sekarang listrik turun dan itu faktanya dan PLN bisa membuktikan hal tersebut, yang ada pencabutan kepada yang tidak berhak dan itu diperlukan untuk pemerataan listrik di daerah," ujarnya.

Di sisi lain, Oso menilai, monopoli PLN juga tidak tepat. Saat ini PLN sudah memberikan kesempatan dan peluang kerja kepada swasta dan daerah dari proyek 35 ribu megawatt (MW) yang dicanangkan pemerintah swasta berhak berinvestasi membangun 25 ribu MW, dan sisanya 10 ribu dikerjakan oleh PLN.

"Itu menunjukan bahwa PLN memberikan kesempatan kepada investor swasta dan daerah ikut serta dalam proyek tersebut," pungkas Senator Kalimantan Barat tersebut. (dna/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia