Sabtu, 24 Jun 2017
Otomotif

Pasar Mobil Bekas Premium Potensial

Sabtu, 17 Jun 2017 11:37 | editor : Miftakhul F.S

NYAMAN: Penjualan mobil premium masih sangat potensial.

NYAMAN: Penjualan mobil premium masih sangat potensial. (Frizal/Jawa Pos)

JawaPos.com- Penjualan mobil bekas (mobkas) premium tetap tumbuh seiring masih tingginya minat terhadap mobil baru di segmen tersebut. Tren membaiknya perekonomian dan daya beli yang cukup stabil mendorong penjualan used car BMW tumbuh sekitar 15 persen pada 2017.

Branch Manager Astra Autoprima BMW Terry Tham menyatakan, adanya diler khusus untuk mobil bekas di segmen premium membuat kepercayaan konsumen terhadap kendaraan tersebut cukup terjaga. ’’Perlakuan pembelian untuk konsumen mobil bekas pun sama dengan konsumen mobil baru,’’ tuturnya.

Diler khusus mobil bekas BMW itu pula yang bisa menjaga harga purnajual pabrikan asal Jerman tersebut tetap terjaga. Sebab, kendaraan bekas dari konsumen bisa dihargai 1–2 persen lebih tinggi dibandingkan harga pasar.

’’Diler khusus juga mempercepat keputusan konsumen untuk mengganti kendaraannya dengan model baru. Sebab, ada fasilitas trade-in maupun beli putus,’’ tutur Terry.

Selain itu, jaringan servis yang terintegrasi dengan Astra membuat pemilik mobkas BMW mampu menikmati layanan darurat 24 jam dan tambahan garansi selama setahun. PT Astra Autoprima merupakan anak perusahaan PT Astra International Tbk yang ditunjuk sebagai certified used BMW dealer oleh BMW Indonesia.

Saat ini Astra Autoprima baru memiliki dua cabang, yakni di Jakarta dan Surabaya. Meski begitu, perseroan berniat memperluas jaringan diler di sejumlah kawasan untuk menggenjot penjualan.

BMW pun membidik kenaikan penjualan mobil bekas yang mencapai 10–15 persen secara nasional pada 2017. Tahun lalu penjualan mobil bekas BMW mencapai 122 unit. Hingga Mei 2017 penjualan mobkas BMW pun mencapai 12–13 unit per bulan.

Kontribusi terbesar masih berasal dari Jabodetabek sebanyak 70 persen dan 30 persen dari Surabaya. Selama ini konsumen mobkas BMW merupakan pengguna mobkas Jepang yang ingin naik tingkat. Selain itu, konsumen mobkas kendaraan asal Jerman tersebut cenderung lebih rasional dibandingkan pembeli kendaraan baru.

’’Bukan berarti mereka tidak memiliki dana yang cukup untuk membeli mobil baru. Tetapi, pertimbangan mereka, dengan harga lebih terjangkau, fitur yang didapat tidak jauh berbeda,’’ kata Terry.

Nyatanya kontribusi pembelian melalui kredit maupun tunai untuk mobil bekas BMW pun imbang, masing-masing mencapai 50 persen. Penjualan terlaris ditopang BMW Seri 3 sebesar 60 persen. (vir/c15/noe)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia