
Ilustrasi
JawaPos.com - Momentum puasa sering dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Karenanya, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Jayapura melakukan operasi. Hasilnya, mereka menemukan adanya takjil yang mengandung borax. Dari 372 sampel takjil yang dikumpulkan BBPOM Jayapura di Kota Jayapura dan beberapa kabupaten di Provinsi Papua, 2 sampel ditemukan mengandung borax.
Plt Kepala BBPOM Jayapura Nurjaya Kadir mengatakan, dua sampel takjil yang mengandung borax ditemukan di Kota Jayapura dan Kabupaten Nabire. “Dari 372 sampel yang kami kumpulkan di seluruh kabupaten dan kota. Setelah kami lakukan pengujian, ada 2 sampel yang mengandung borax. Dua sampel yang mengandung borax ini kami temukan di Kabupaten Nabire dan Kota Jayapura,” ungkap Nurjaya kepada wartawan, Rabu (14/6).
Terkait temuan dua sampel yang mengandung borax ini, petugas BBPOM langsung memberikan edukasi kepada penjual takjil agar tidak menggunakan bahan serupa. Sebab terkadang penjual tidak mengetahui jika takjil yang dijual menggunakan bahan tambahan makanan yang sebenarnya berbahaya.
“Selain itu, tim kami juga melakukan penelusuran dimana bahan tersebut didapat. Bahkan tim kami akan mendatangi tempat membeli bahan tersebut,” tuturnya, sebagimana dilansir dari Cenderawasih Pos (Jawa Pos Group).
Pengawasan produk pangan dalam rangka hari-hari besar keagamaan menurut Nurjaya setiap tahun dilakukan oleh BBPOM. Hal ini untuk menjamin bahan makanan yang dijual bebas dari bahan berbahaya.
“Kami mengambil sampel bahan makanan dan langsung diuji di tempat baik melalui mobil keliling atau menggunakan teskip. Barometer yang diuji untuk makanan yaitu kandungan formalin, borax, pewarna, rodamin B dan Metaniheho,” jelasnya.
Selain mengawasi penggunaan bahan-bahan berbahaya pada makanan, BBPOM menurut Nurjaya juga memberikan edukasi kepada pedagang untuk menggunakan plastik yang layak digunakan untuk makanan.
Kedatangan petugas BBPOM Jayapura untuk melakukan pemeriksaan sampel takjil di Kota Jayapura dianggap biasa oleh para pedagang. Melani salah seorang pedagang takjil di Ampera, Kota Jayapura mengaku tidak kaget dengan adanya petugas BBPOM. Sebab pengawasan yang dilakukan BBPOM rutin dilakukan setiap tahun untuk memastikan ada tidaknya kandungan bahan berbahaya.
“Biasa saja, kami hanya disarankan untuk menggunakan kantung plastik putih. Hanya saja pembeli terkadang tidak mau jika kami membungkus makanan mereka dengan kantong plastik putih, yang mereka inginkan adalah kantung hitam,” tandasnya. (fia/nat/sad/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
