
KENA DEH: Kapolrestabes Surabaya Kombespol M. Iqbal menanyai Suwardi (kanan), pelaku premanisme dengan menggunakan silet. Melalui Operasi Sutera 2017, polisi melakukan razia dan sidak di kawasan rawan premanisme.
JawaPos.com – Tidak ada kata kejahatan kecil dalam kamus polisi. Semuanya diselidiki, disidik, dan ditindak secara sungguh-sungguh. Itu janji Polrestabes Surabaya soal kejahatan jalanan di metropolis selama Ramadan.
Melalui Operasi Surabaya Tertib Ramadan (Sutera) 2017, polisi memerangi beberapa penyakit masyarakat. Termasuk premanisme. Pada Rabu (14/6), misalnya, Korps Bhayangkara tersebut merilis tangkapan satu komplotan juru tagih (debt collector) dan preman yang bermodel silet.
Menurut Kapolrestabes Surabaya Kombespol M. Iqbal, premanisme saat ini terbilang rawan. Terutama di pusat-pusat keramaian. Misalnya, di stasiun, terminal, dan pusat perbelanjaan yang memang ramai sejak awal puasa.
”Ini negara hukum. Bukan negara barbar. Jadi, jika ada premanisme seperti itu, jelas akan kami tindak,” ujar Iqbal. Hingga hampir tiga pekan puasa ini, ada 166 pelaku premanisme yang dicokok. ”Ini merupakan hasil tangkapan semua polsek yang ada di wilayah hukum kami,” imbuh Iqbal.
Para pelaku memiliki berbagai macam modus operandi. Ada beberapa yang mengatasnamakan dirinya debt collector. Dengan sok kuasa, mereka memaksa dan memeras seseorang.
Komplotan juru tagih itu punya tujuh anggota. Tiga di antaranya diringkus oleh polisi pada Sabtu (10/6). Sisanya masih dikejar. Pelaku yang ditangkap adalah Jumari, Toyyib, dan Romli. Mereka dicokok saat beraksi di Jalan Rajawali.
Kepada korban, para juru tagih itu mengaku diutus sebuah lembaga pembiayaan. Pelaku kemudian menyatakan bahwa sepeda motor yang dikendarai korban sudah menunggak. Korban tersebut dihentikan secara paksa dan dianiaya. ”Semua pemaksaan itu sudah pasti masuk dalam pidana,” tegas perwira dengan tiga melati di pundak tersebut.
Pada Selasa malam (13/6), polisi merazia Stasiun Wonokromo. Razia yang dipimpin Wakasatreskrim Polrestabes Surabaya Kompol Bayu Indra Wiguno itu pun berbuah hasil. Ada tukang peras, tukang copet, sekaligus tukang palak yang ditangkap. Senjatanya adalah pisau kecil dan silet. Namanya Suwardi. Dengan senjata tersebut, dia merobek tas dan saku para korbannya. ”Dia ini selalu mengincar korban yang lengah di stasiun. Begitu ada celah, langsung beraksi,” jelas Iqbal.
Iqbal menyatakan masih akan memilah-milah pelaku. Ada yang tidak bisa dikenai pidana. Kalau demikian, mereka akan diserahkan ke Dinas Sosial Surabaya. ”Nanti biar mereka yang membina pelaku premanisme yang tidak bisa dipidana,” ungkapnya.
Iqbal juga berjanji terus mengintensifkan operasi semacam itu. Menjelang libur Lebaran, dia memprediksi jumlah pelaku premanisme terus bertambah. Meski begitu, setelah Ramadan, operasi semacam itu akan terus dilaksanakan. ”Tapi, memang tidak seintensif ini. Karena puncaknya pas bulan Ramadan dan menjelang Lebaran saja,” bebernya.
Langkah yang dilakukan, antara lain, melakukan patroli rutin di permukiman warga. Tidak hanya itu, dia juga akan melakukan operasi pencegahan secara door-to-door. ”Untuk beberapa hari ini, kami mengincar pelaku gendam juga. Kita lihat saja nanti,” tambah Iqbal. (bin/c6/dos)

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
