
SUDAH KAKU: Tim Basarnas mengangkat jasad Widia, sekitar 200 ratus meter di sisi timur titik tenggelam.
JawaPos.com – Sungai Nuntung yang melintas di Desa Kemantren, Kecamatan Tulangan, ramai dengan warga sejak pagi Rabu (14/6). Warga ingin melihat pencarian Widia Ayu Ningrum, bocah TK yang hanyut terbawa arus sungai sehari sebelumnya.
Menginjak pukul 11.00, suasana di sekitar jembatan Jalan Raya Tulangan mendadak riuh. Warga histeris setelah tim Basarnas menemukan jasad bocah lima tahun tersebut. Korban ditemukan sudah tak bernyawa sekitar 200 ratus meter di sisi timur titik tenggelam. ”Ditemukan tim perahu karet yang melakukan pencarian sejak pagi,” ujar Kasi Operasional BPBD Sidoarjo Sri Wulyono.
Salah satu metode yang digunakan untuk mencari jenazah korban ialah memacu perahu secara zigzag. Harapannya, benda-benda di dalam sungai muncul ke permukaan. Upaya itu ternyata membuahkan hasil. Jenazah korban terlihat mengambang. Tubuh Widia terlihat sudah kaku. Jasadnya kemudian dinaikkan petugas ke atas perahu, lalu dimasukkan ke kantong jenazah. ”Langsung kami evakuasi ke daratan,” ucapnya.
Suwandi dan Sulaimah, kedua orang tua korban, berada di rumah saat jenazah anaknya ditemukan. Atas kejadian tersebut, keduanya merasa terpukul. Mereka hanya mendapat kabar anaknya ditemukan dari warga sekitar.
Mobil ambulans yang sudah bersiaga di lokasi membawa korban ke RS Pusdik Gasum Porong untuk keperluan visum. Widia tidak menderita tanda-tanda kekerasan. Dia diketahui meregang nyawa karena terlalu banyak kemasukan air. ”Berkat doa masyarakat, korban bisa ditemukan,” kata Kapolsek Tulangan AKP Nadzir Syah Basri.
Kapolsek mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar sungai lebih berhati-hati. Terutama yang memiliki anak kecil. ”Jangan lepas dari pengawasan. Dipantau terus,” tutur perwira polisi dengan tiga balok di pundak tersebut.
Menurut Nadzir, satu tahun yang lalu kecelakaan serupa pernah terjadi. Lokasinya juga Sungai Nuntung. Namun, tempat kejadian perkara (TKP) berada di Desa Singopadu, Tulangan. ”Waktu itu yang meninggal sudah kakek,” ucapnya. Waktu itu korban juga tenggelam karena terpeleset ketika berdiri di pijakan bambu pinggir sungai. Insiden itu nyaris sama dengan kecelakaan tragis yang dialami Widia.
Sebagaimana diberitakan, Desa Kemantren mendadak geger Selasa (13/6). Warga berduyun-duyun mendatangi sungai yang melintas di kawasan mereka setelah mendapat kabar ada balita tenggelam. Saat kejadian, korban sedang bermain bersama dua temannya yang juga masih bocah. (edi/c9/ai)

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
