
Ilustrasi
JawaPos.com - Polisi membekuk 4 pelaku sindikat curanmor asal Lampung. Dua dari mereka terpaksa dipincangi kakinya oleh polisi karena melawan. Mereka adalah Haerudin, Ahmad Yusuf, Edi Saryadi, dan Solihin alias Lilin.
Kanitreskrim Polsek Teluk Naga Iptu Matsani mengatakan, pelaku Haerudin, otak komplotan ini dibekuk sepulang dari Lampung usai berobat ke dukun di sana. Haerudin ditangkap di rumah kontrakannya di Kampung Melayu Timur, RT 01/013 Kampung Melayu Timur, Kosambi, Kabupaten Tangerang.
“HD ini ke Lampung berobat karena yang bersangkutan ini sering kesurupan,” ungkap dia.
Selain meringkus Haerudin, polisi juga menangkap tiga orang kaki tangan Haerudin. Dijelaskan Matsani penangkapan sindikat curanmor asal Lampung bermula dari kepolisian yang menerima informasi dari masyarakat.
“Ada masyarakat memberitahu ke kami bahwa di Kampung Rawarengas ada orang mencurigakan tinggal di satu rumah kontrakan dan orang itu memiliki tiga unit sepeda motor,” ujarnya.
Berbekal informasi itu, petugas melakukan penyelidikan dan diketahui penghuni rumah adalah Haerudin yang pada saat itu sedang tidak berada di rumah. Menurut warga, Haerudin sedang pulang kampung. “Saat mendapat info pelaku kembali lagi, kontrakannya kami gerebek,” bebernya.
Penyergapan pada malam itu mendapat perlawanan sengit karena pelaku berusaha melarikan diri. Petugas memberi tembakan peringatan. Tapi tak digubris..
“Karena pelaku tidak mengindahkan terpaksa kami ambil langkah tegas dengan lumpuhkan pelaku,” kata Kanitreskrim.
Haerudin kemudian digelandang ke markas Polsek Teluk Naga. Dari lokasi kejadian petugas mengamankan 3 unit motor diduga hasil kejahatan. Pengungkapan tak berhenti sampai di situ. Di hadapan penyidik, pria asal Jabung, Lampung itu mengaku motor tersebut hasil kejahatan yang dilakukan Haerudin bersama Ahmad Yusuf, kaki tangannya.
“Tersangka Ahmad Yusuf kemudian kami tangkap di kawasan Selapajang. Namun pada saat itu dia berupaya kabur, sehingga betis kanannya Saya bedil,” ungkapnya.
Dari keterangan Ahmad Yusuf kemudian tim Reskrim kembali berhasil menangkap 2 orang pelaku lainnya. Mereka adalah Edi Saryadi dan Solihin alias Lihin. “Kami mengamankan 2 unit sepeda motor,” ujarnya.
Sindikat ini menurut Matsani sudah berkali-kali melakukan aksinya. Mereka beraksi 5 kali di daerah Dadap, 5 kali di Rawa Bokor Kalideres dan 5 kali di daerah Cengkareng, Jakarta Barat. “Komplotan ini modusnya mengincar motor diparkir di tepi jalan dan teras rumah,” tandasnya. (WAH/lamjo/yuz/JPG)

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
