Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 15 Juni 2017 | 11.55 WIB

Kota Bandung Angkat Tangan soal Kebijakan Mendikbud 

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Rencana Mendikbud soal pemberlakukan jam sekolah selama delapan jam sehari dan lima hari seminggu, sulit direalisasikan daerah. 


Kota Bandung misalnya, sejumlah sekolah belum siap karena masih menerapkan pola belajar dua shift.


"Jadi kami tentu akan melihat kesiapan dari sekolah, karena sekolah di Bandung bervariasi ada yang dua shif dan ada yang satu shif. Artinya kalau harus lima hari seminggu dan delapan jam per hari berarti harus sekolah-sekolah yang satu shif," tutur Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Elih Sudiapermana, di kantornya Jalan Ahmad Yani, Rabu (13/6).


Lebih lanjut Elih menyampaikan, pihaknya juga harus memperhatikan aspirasi masyarakat sebelum menerapkan aturan baru Kemendikbud tersebut. 


"Masih banyak siswa yang aktifitas luar sekolahnya dilakukan sore hari, baik berupa aktifitas mengaji maupun mesantren sehingga tak bisa memaksakan," ujarnya.


Menurutnya, sekolah yang menerapkan satu shift saja belum tentu serta merta bisa menjalankan kebijakan tersebut, apalagi sekolah yang menerapkan dua shift.


Dia memastikan, pihaknya akan berhati-hati dalam mengambil sikap dan akan proporsional dalam menerapkan kebijakan baru tersebut.


"Intinya kami akan lebih proporsionalkan nanti. Kalau pun itu menjadi suatu kebijakan di Bandung, saya kira pelaksanaannya harus bertahap," terangnya.(jar/rmol/mam/JPG)


Editor: Imam Solehudin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore