Jumat, 23 Jun 2017
Music & Movie

Seru! Latar Belakang Para Kestaria Perempuan di Film Wonder Woman

Rabu, 14 Jun 2017 14:57 | editor : Dwi Shintia

PARA WARRIOR: Dari kiri, pemenang CrossFit Amerika Serikat Brooke Ence, personal trainer Hari James, dan petarung asal Swedia Madeleine Vall Beijner saat syuting Wonder Woman.

PARA WARRIOR: Dari kiri, pemenang CrossFit Amerika Serikat Brooke Ence, personal trainer Hari James, dan petarung asal Swedia Madeleine Vall Beijner saat syuting Wonder Woman. (Instagram Madeleine Vall Beijner)

JawaPos.com - Sebagai film superhero perempuan pertama, Wonder Woman sukses mendapatkan apresiasi publik. Pujian buat sutradara Patty Jenkins serta pemeran utama Gal Gadot seakan tidak ada habisnya. Ungkapan serupa layak diberikan kepada para kesatria perempuan Themyscira.

---

HAMPIR semua cast perempuan di Wonder Woman ditempa sama beratnya seperti Gal Gadot. Mereka harus melewati camp latihan fisik intens selama beberapa pekan sebelum syuting. Para pemeran tidak hanya berlatar belakang aktris.

Ada model Victoria’s Secret Doutzen Kroes, pemenang CrossFit Amerika Serikat Brooke Ence, petarung asal Swedia Madeleine Vall Beijner, mantan atlet olimpiade atletik Inggris Jenny Pacey, hingga petani Clare Duncan. Mereka merupakan bagian dari sekitar 80 cast perempuan yang menjadi pasukan kerajaan Amazon. Tiap-tiap cast diwajibkan mengikuti latihan berkuda, pedang, serta melempar lembing.

Buat atlet seperti Vall Beijner, kombinasi latihan tersebut tentu tidak terlalu sulit. Namun, karena sangat terbiasa, dia jadi sulit menampilkan ekspresi yang dimau Jenkins. ”Saya dilatih selama 12 tahun untuk tidak menampilkan ekspresi apa pun, sampai-sampai saya dijuluki RoboCop,” paparnya dikutip Entertainment Weekly. Jadilah, dia kerap membantah ketika diminta mengernyit kesakitan. ”Saya kan petarung. Tidak boleh merasakan kesakitan,” imbuh Vall Beijner, lantas tertawa.

Di camp latihan yang terletak di Inggris tersebut, hanya ada perempuan. Kecuali beberapa instruktur dan pelatih. ”Hampir tidak ada laki-laki. Para perempuan saling bertarung, bergulat, dan beradu pedang,” ucap Ence.

Perasaan bangga itu makin meluap ketika mereka berada di lokasi syuting Themyscira di Pantai Amalfi, Italia. ”Pada hari pertama syuting dengan kostum dan senjata lengkap, saya merasa sangat kuat dan kelihatan keren,” imbuh Ence.

Vall Beijner menuturkan, dia dan cast sudah seperti pasukan perang betulan ketika mulai berkumpul. Pengalaman syuting sebagai perempuan super juga memukau Kroes. Model berkebangsaan Belanda tersebut menjelaskan, pada hari pertama syuting, dirinya membawa putra bungsunya. Kroes sempat menyapanya dengan kostum lengkap. ”Dia tidak pernah menatapku selama dan sekagum itu. Sebagai ibu, saya terharu,” ungkapnya.

Cerita paling berkesan tentu datang dari petani muda, Clare Duncan. Perempuan berusia 25 tahun itu menyatakan, setiap harinya, dirinya bertugas mengecek tanah, bercocok tanam, dan menjual kapur kepada petani. Duncan mengungkapkan, dirinya mendapatkan saran mengikuti casting dari pelatih gym-nya di Hoylake, Wirral, Inggris, pada awal 2016. ”Dia minta saya casting sebagai penunggang kuda buat proyek film baru. Kebetulan, saya berlatih berkuda sejak berumur 15 tahun,” paparnya.

Lantaran merupakan penggemar olahraga, Duncan menyatakan tidak kesulitan mengikuti pola latihan yang terbilang menguras tenaga tersebut. Bagian paling sulit, menurut dia, justru ketika menggunakan kostum kesatria Themyscira. ”Saya harus memasang korset setiap pagi. Tapi tidak masalah, karena kapan lagi saya dapat kehormatan memakai kostum rancangan pemenang Oscars?” ucap Duncan sebagaimana dikutip Marie Claire.

Dia juga menikmati pengalaman syuting di Italia yang menurutnya terasa seperti sedang liburan. Para cast kesatria perempuan Amazon tersebut merasa kagum bisa berkontribusi buat Wonder Woman. Selain menampilkan sosok perempuan kuat, cast dipilih dari beragam latar belakang. Tidak mempedulikan profesi, usia, serta latar belakang personal. ”Semuanya cantik dan bertalenta,” tegas Ence. (fam/c25/ayi)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia